Klinik BMN

Mari berbagi……

Kami membuka jalur komunikasi banyak arah pada halaman ini, baik antara Satker dengan KPKNL Batam maupun antara satu Satker dengan Satker yang lain.
Silahkan tuliskan pertanyaan dan/atau permasalahan dan/atau solusi yang ditemui dalam rangka pelaksanaan tertib Barang Milik Negara…

 

  1. eny
    22/04/2014 pukul 14:21 | #1

    Selamat siang..
    Mohon bantuanya. Pada tahun 2008 dan 2009 di tempat kami ada pekerjaan perluasan pembangunan ruang tunggu pasien dan pekerjaan pemasangan paving menggunakan anggaran belanja modal. Oleh operator yg lama pekerjaan tersebut diinput ke simak membentuk nup baru dengan alasan apabila menggunakan anggaran belanja modal maka harus membentuk bangunan baru. akan tetapi luas bangunan di KIB dibuat 0,00 M2. Bagaimana cara memperbaikinya? Apakah tidak dikapitalisasi saja dengan gedung induk? Terima kasih.

    • 22/04/2014 pukul 16:48 | #2

      Lakokan Koreksi Pencatatan pada menu Penghapusan BMN atas “bangunan baru”, kemudian silahkan dikapitalisasi nilainya.

  2. radova78
    22/04/2014 pukul 13:32 | #3

    tahun kemarin kami ada belanja modal aset tak berwujud dan telah dicatat sebagai aset tak berwujud, ternyata di belanja modal itu terdapat item laptop 1 pc. bagaimana cara mengeluarkan laptop dari akun aset tak berwujud tersebut? terima kasih

    • 22/04/2014 pukul 16:46 | #4

      Lakukan Koreksi Pencatatan pada menu Penghapusan BMN, catat kembali Aset Tak Berwujud dengan nilai baru (Nilai Lama – Laptop) dan Laptop pada Menu Saldo Awal.
      jangan Lupa Surat Keterangan ya

      • radova78
        23/04/2014 pukul 11:25 | #5

        Sudah saya coba tapi NUP Aset tak berwujud malah bertambah saat input saldo awal. Kalo pake menu Perubahan BMN > Koreksi Perubahan Nilai/kuantitas untuk Aset Tak Berwujud, trus Laptop saya reklas masuk boleh gak?

      • 23/04/2014 pukul 19:30 | #6

        NUP akan bertambah tapi kuantitas tidak. Memang seperti itu

  3. Damia
    16/04/2014 pukul 09:48 | #7

    Ass, saya ingin bertanya, bagaimana caranya untuk menghapus tabel ruangan lama dan menggantikannya dengan tabel ruangan baru, karena satker kami sudah beberapa kali pindah lantai ruangan kerja, sehingga letak barang tidak sesuai dengan daftar barang ruangan yang dulu? Mohon bantuannya, terima kasih

    • 16/04/2014 pukul 13:33 | #8

      pengalamaan saya sih….masuk ke tabel referensi, klik ke tabel ruangan. Sebelumnya mbak bikin yang nama dan kode ruangan yang baru setelah itu mbak masuk ke transaksi bmn klik daftar barang ruangan, kemudian pilih ubah per ruangan. pindahkan dulu semua barang dari ruangan lama ke ruangan baru. setelah itu mbak masuk lagi ke tabel referensi klik ke tabel ruangan. Pilih ruangan lama dan klik hapus.

      • Damia
        16/04/2014 pukul 14:10 | #9

        makasih ya Marliachand.. saya akan coba.., baru pemula soalnya :)

  4. 16/04/2014 pukul 07:23 | #10

    Selamat siang…saya mau tanya apakah bisa di lakukan pengalihfungsian dari kode barang 4010204001 (mess/wisma/tempat peristirahatan) menjadi kode barang 4010202004 (rumah negara golongan) ?. Kalau bisa bagaimana caranya ?. Terima Kasih

    • 21/04/2014 pukul 11:06 | #11

      Selamat siang….adakah yang bisa membantu permasalahan satker kami. Terima kasih.

    • 22/04/2014 pukul 16:40 | #12

      Kewenangan perubahan Status Bangunan menjadi Rumah Negara Golongan I dan II berada di Kementerian/Lembaga. Silahkan urus terlebih dahulu ke Kementerian/Lembaga kemudian lakukan perubahan di Aplikasi SIMAKBMN.

      • 23/04/2014 pukul 08:39 | #13

        Selamat pag, saya mau tanya lebih lanjut ya pak……gini pak, karena satker kita eselon II. Berarti kita membuat usulan pengalihfungsian ke eselon 1. kemudian dasar kita melakukan perubahan BMN dari sk eselon 1 tersebut ya pak. Selanjutnya apakah kita perlu menginformasikan ke kpknl setempat juga pak ?.

      • 23/04/2014 pukul 19:28 | #14

        Yang dimaksud adalah menteri /pimpinan lembaga.
        Ajukan ke eselon I untuk diteruskan ke menteri /pimpinan lembaga.

  5. 14/04/2014 pukul 09:08 | #15

    Mohon pencerahanya..label barcode di simak koq ga kebaca sama mesin barcode, knapa ya?

    • 22/04/2014 pukul 16:44 | #16

      Mohon maaf, kami belum memiliki alat barcode scanner sehingga kami belum dapat menjawab.

  6. rian
    11/04/2014 pukul 15:57 | #17

    Sore pak,mau tanya tentang permintaan petugas penilaian.,ada bmn di tempat kami yang belum tercatat.,bagaimana proses nya pak.,terimakasih

  7. Tri
    11/04/2014 pukul 11:15 | #19

    Mohon penjelasannya satker kami sedang menyusun BMN dibawah 25 juta untuk diusulkan penetapan statusnya ke Pengelola Barang. saat inventarisasi ada barang yang diindikasi ada kelebihan pencatatan berupa P.C. Langkah apa yang harus kami lakukan apakah melakukan koreksi pencatatan dlu ato tetap diusulkan penetapan statusnya? Kami berencana melaksanakan penghapusan BMN rusak berat tahun ini. Makasih infonya.

  8. ANSHAR
    08/04/2014 pukul 08:17 | #21

    Selamat Pagi, untuk merubah harga barang di aplikasi persediaan bagaimana ? karena kita baru menerima edaran harga buku nikah, sedang kita masih menginputnya dengan harga yang lama. Untuk perubahan kondisi barang dan penghentian penggunaan bmn apakah harus didahului dulu dengan pembentukan tim opname fisik ? Mohon di kirimkan d emai saya contoh SK Pembentukan Tim Opname fisik. Trima kasih untuk bantuannya.

  9. irfan
    04/04/2014 pukul 10:16 | #23

    mau tanya pak, bagaimana caranya memindahkan aplikasi bmn saya yang ada di laptop mau dipindah ke komputer

    • 06/04/2014 pukul 13:43 | #24

      Cara mudah silahkan lakukan Instalasi Aplikasi Database, Aplikasi Persediaan, Aplikasi SimakBMN beserta Updatenya.
      Kemudian lakukan proses backup dan restore

  10. indra
    03/04/2014 pukul 14:41 | #25

    (3050201005 Sice). ini barang apa ya pak?

  11. nsyarif
    02/04/2014 pukul 16:26 | #27

    mau bertanya lagi pak website dalam simak bmn diinput sebagai apa pak? sebelumnya saya telah menginputnya sebagai internet, namun setelah dicek lagi ternyata barang dgn kode tersebut masuk dalam peralatan dan mesin

    • 06/04/2014 pukul 13:41 | #28

      Untuk sementara masukkan dengan kode 8010101999 “Aset Tak Berwujud Lainnya”

  12. 02/04/2014 pukul 09:38 | #29

    mohon bantuannya, satker kami terdapat temuan dari BPK agar merubah kuantitas BMN berupa ‘peta digital’ sejumlah 354 lembar (NUP) menjadi 1 (satu) NUP saja tanpa merubah nilai BMN tsb.mohon penjelasan

    • 02/04/2014 pukul 20:49 | #30

      Buat Surat Keterangan dari Kuasa Pengguna Barang dengan menunjuk temuan BPK tersebut, hapus 354 Peta Digital (“Transaksi BMN>>Penghapusan BMN>>Koreksi Pencatatan”) kemudia rekam kembali 1 peta digital (“Transaksi BMN>>Saldo Awal”)

  13. nsyarif
    01/04/2014 pukul 16:18 | #31

    selamat sore pak, SPM/SP2D pemasangan paving blok / batako dgn kode akun di RKAKL 533111, diinput sebagai apa dalam SIMAK BMN?

    • 01/04/2014 pukul 17:13 | #32

      Ada beberapa pendapat tentang pemasangan paving blok sesuai dengan kondisi di lapangan, mari kita bahas bersama (mohon pencerahan dari teman-teman yang pernah melakukan pembukuan dimaksud).
      Pertama menyesuaikan dengan MAK, memungkinkan terjadi perbedaan antara MAK dengan aset yang diadakan sehingga dalam kasus tertentu MAK dapat diabaikan dalam pencatatan di SIMAKBMN (ingat konsep Substance Over Form)
      Kedua dicatat sebagai Jalan (Jalan khusus komplek, jalan khusus lainnya, dll), jika paving blok itu terpisah dari bangunan maka admin lebih menyarankan ini.
      Mohon bantuan dari teman-teman yang lain

      • nsyarif
        02/04/2014 pukul 16:20 | #33

        terima kasih pa atas jawabannya, sebelumnya memang saya telah menginputnya sebagai jalan khusus komplek, namun ada beberapa teman yg mengatakan diinput sebagai penambahan nilai bangunan gedung kantor, mungkin seperti yg bapak katakan menyesuaikan dgn kondisi dilapangan karena paving blok dikantor kami terpisah dari bangunan gedung kantor

  14. Husein Nur Rahman
    01/04/2014 pukul 10:28 | #34

    Assalamu’alaikum wr.wb. mohon bantuannya sy ingin bertanya :
    1.Bagaimana menanggulangi nilai minus yang muncul pada LKPB Intrakomtabel dan Ekstrakomptabel pada suatu barang hal ini terjadi setelah kami melakukan proses penghapusan BMN
    2.Ada beberapa item barang yang masih tercatat item barangnya akan tetapi nilainya minus

    Terimakasih.

    • 01/04/2014 pukul 12:55 | #35

      Kami menyarankan untuk menyampaikan permasalahn tersebut ke KPKNL setempat agar dapat langsung dianalisa dan diselesaikan oleh petugas KPKNL.

  15. Taufik
    26/03/2014 pukul 13:05 | #36

    Siang.
    Ga bosen2nya saya tanya di website ini, terimakasih sebelum sudah membalas pertanyaan2 saya. kali ini saya mau tanya, di Satker saya, tiap bulan selalu dapet kiriman Buku dari Pusat, apakah buku-buku tersebut harus dimasukan / diinput di SIMAK BMN, sedangkan data dukung buku2 tersebut hanya berupa surat tanda terima saja, tidak ada detail harga atau Berita Acara Serah Terima. Oleh Operator SIMAK BMN sebelum saya, buku-buku tersebut selalu diinput menggunakan dasar harga perkiraan. Yang sya mau tanya apakah buku2 tersebut memang harus saya input? apakah yang sudah dilakukan operator sebelum saya itu benar?? kalau salah, lantas saya harus bagaimana untuk memberbaikinya (menghapus hasil input buku-buku sebelumnya)??.
    Terima kasih.

    • 29/03/2014 pukul 14:29 | #37

      Mohon informasi lebih rinci mengenai tujuan dari pengiriman buku tersebut dari kantor pusat, kemudian setelah diterima apakah buku tersebut dijadikan koleksi perpustakaan pada kantor Saudara.

      • Taufik
        01/04/2014 pukul 14:25 | #38

        Buku yang dikirim memang di satker kami dijadikan untuk koleksi perpustakaan. Jadi apakah harus dinput di SIMAK BMN?

      • 01/04/2014 pukul 16:38 | #39

        Tetap di-input, koordinasikan dengan Satker pemberi.
        Pembukuan menggunakan Aplikasi SIMAKBMN dengan menu “Transfer Masuk/Keluar” dari Kantor Pusat harus disertai ADK (Arsip Data Komputer).

      • Taufik
        02/04/2014 pukul 14:54 | #40

        bmnbatam :
        Tetap di-input, koordinasikan dengan Satker pemberi.
        Pembukuan menggunakan Aplikasi SIMAKBMN dengan menu “Transfer Masuk/Keluar” dari Kantor Pusat harus disertai ADK (Arsip Data Komputer).

        Nah yang jadi masalah itu, setiap Kantor Pusat mengirimkan Buku2, mereka tidak pernah menyertakan file ADK/BAST dll, hanya tanda terima, dan itu juga terjadi di satker-satker lain di lingkungan instansi kami. Salah satu satker di instansi kami menyarankan untuk tetap menginputnya, namun di masukan ke Barang Milik Pihak Ke Tiga (dalam hal ini pihak ketiganya adalah Kantor Pusat), apakah hal ini bisa dibenarkan? atau kita harus tetap meminta ADK ke kantor pusat kami?
        Terima Kasih

  16. operator
    25/03/2014 pukul 09:31 | #41

    Selamat pagi, pada saat kapan BMN direkam sebagai BPYBDS? apakah saat surat usulan penyertaan modal pemerintah meluncur ke Kemenkeu?

    Adakah bultek atau artikel tentang BPYBDS? Terima Kasih

    • 29/03/2014 pukul 14:16 | #42

      Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) belum diatur secara eksplisit, namun BPYBDS merupakan BMN sehingga tetap berpedoman pada PP 6 tahun 2006.
      Silahkan baca pasal 15 Peraturan Menteri Keuangan Nomon 109/PMK.06/2009 Tentang Pedoman Pelaksanaan Inventarisasi, Penilaian dan Pelaporan Dalam Rangka Penertiban Barang Milik Negara

  17. 24/03/2014 pukul 23:10 | #43

    selamat malam bro/sist…
    ijin konsultasi ni… qtoperator baru,,, baru bulan lalu kebetul;an di tugasin gantiin teman opertor lama karna dy mengundurkan diri ..
    trus kmarin qt cba print daftar barang ruangan… setelah di periksa barang yg ada di ruangan tidak sesuai dengan daftar barang dari simak bmn… trus tahun perolehannya jga salah,, yg seharusnya tahun pengadaan 2012,, tercatat di simak tahunnya 2008… mohon pencerahan,, bisa di edit di simak bmn gak???? trus cara perbaiki datanya giman?????
    mohon bantuanya …….
    trima kasih sebelumnya….

    • 29/03/2014 pukul 14:04 | #44

      Perubahan ruangan dapat dilakukan pada menu “Transaksi BMN>>Daftar Barang Ruangan”.
      Perubahan tahun perolehan akan berdampak pada nilai penyusutan terhadap aset tersebut, namun jika sudah dapat dipastikan bahwa terjadi kekeliruan dalam pencatatan tahun perolehan maka silahkan buat surat keterangan dari Kuasa Pengguna Barang atas kekeliruan tersebut. Hapus barang yang salah tahun perolehannya di menu “Transaksi BMN>>Penghapusan BMN>>Koreksi Pencatatan”, kemudian catat kembali di menu “Transaksi BMN>>Saldo Awal”

  18. 21/03/2014 pukul 19:08 | #45

    saya ingin bertanya apakah nama barang bsa diganti? karena operator sebelum saya salah menginput nama barang… sebagai contoh printer laserjet 1020 seharusnya 1010… jd klo kita cari printer laserjet 1020 itu tidak akan pernah ada karena salah nama… dan kondisinya penginputan itu tahun 2005… terimakasih ^^

    • 29/03/2014 pukul 13:58 | #46

      Pada prinsipnya bisa namun akan rumit karena telah dilakukan proses penyusutan dan pengiriman ADK. Karena dikhawatirkan perubahan nilai neraca maka kami menyarankan untuk menghubungi KPKNL setempat untuk membantu perubahan tersebut

  19. nila
    15/03/2014 pukul 05:35 | #47

    Selamat pagi, saya baru dan akan mulai belajar mengenai penghitungan tarif sewa tanah dimana dalam rumus berdasarkan PMK terdapat pengkalian dengan nilai tanah. Nilai tanah berdasarkan NJOP adalah penilaian dengan estimasi terendah. Sedangkan saya baca di buku lainnya nilai tanah dapat dihitung dari nilai wajar keseluruhan dibagi luas tanah keseluruhan. Nilai wajar keseluruhan berdasarkan nilai buku pada SIMAKBMN. Yang saya tanyakan nilai wajar tanah penghitungannya diperoleh dari mana? dan apakah luas tanah keseluruhan apakah luas semua tanah yang dimiliki oleh instansi kami? demikian terima kasih. Saya mohon infonya ya… salam nila

    • 20/03/2014 pukul 18:28 | #48

      Secara teori Nilai wajar tanah merupakan nilai wajar atas tanah apabila dilakukan transaksi jual beli, perhitungannya dapat menggunakan pendekatan harga pasar yaitu membandingkan transaksi jual beli tanah disekitar objek tanah yang kita miliki.
      Adapun luas tanah adalah luas tanah satu hamparan tersebut (bukan total luas tanah yang kita miliki), misal kita memiliki 2 bidang tanah masing masing 100 M2, maka luas tanah dimaksud bukan 200M2 tetapi 100M2.

  20. Maria
    07/03/2014 pukul 16:53 | #49

    ass…mohon infonya untuk jenis barang ini apakah semuanya harus diinput kedalam aplikasi persediaan, ATK, Inventaris kantor (meja, kursi, lemari dll), alat-alat kebersihan, toner mesin FC dan printer, serta makan dan minuman. Kemudian bagaimana kalau harga dari Inventaris Kantor tersebut (dibeli dari jenis belanja 52) >300.000 dan masa manfaat >12 bulan. terimakasih sebelumnya.

    • 11/03/2014 pukul 21:37 | #50

      Atk, toner, makan dan minuman masuk persediaan.
      Untuk Inventaris kantor seperti kursi dan meja (biasanya lebih dari 12 bulan) tetap dicatat di Aplikasi SimakBMN walau dari MAK 52

  21. iin
    07/03/2014 pukul 09:01 | #51

    selamat pagi menjelang siang, kepada admin dan teman-teman saya mau menanyakan, apakah perbedaan mendasar dari menu reklasifikasi keluar dengan dengan koreksi pencatatan pada aplikasi simak BMN, soalnya sampe skrang saya masi bingung mengenai konsep kedua menu ini, apakah ada buku manual panduan mengenai Aplikasi SIMAK BMN, terima kasih

    • 11/03/2014 pukul 21:21 | #52

      Reklasifikasi keluar merupakan pasangan dari reklasifikasi masuk, menu ini digunakan jika terjadi kekeliruan kodefikasi misal tercatat motor tapi seharusnya mobil.
      Koreksi pencatatan digunakan jika kita keliru mencatat aset misal kursi dicatat 5 seharusnya 4 maka satu kita hapus menggunakan koreksi pencatatan

  22. Ahmad Riza Firdi
    06/03/2014 pukul 13:18 | #53

    terimakasih atas bantuan nya, saya disuruh buat surat keterangan kesalahan pencatatan tersebut, adakah contoh yang bisa saya tiru? saya banyak liat di internet, tapi saya bingung yang mana yang lebih tepat, mungkin ada contoh yang lebih tepat dari bpa. terimakasih.

  23. Ahmad reza ferdy
    05/03/2014 pukul 22:42 | #55

    Saya pengen tanya, saya ada kesalahan dalam pencatatan pada transaksi tanah tahun 2013, yang seharusnya masuk ke pengembangan(karena itu honor panitia tanah) malah saya masukkan ke pembelian, bagaimana cara memperbaikinya dan 1 lagi, saya salah dalam memasukkan kuantitas m persegi pada tanah, bagaimana cara memperbaikinya?

    • 06/03/2014 pukul 10:27 | #56

      Pertama lakukan Koreksi Pencatatan pada menu Penghapusan BMN, kemudian lakukan Perubahan Kuantitas/Nilai pada menu Perubahan BMN.
      Kedua Perubahan Kuantitas/Nilai pada menu Perubahan BMN.

  24. nur hidayati
    05/03/2014 pukul 11:31 | #57

    Mohon bantuan, terkait alat kesehatan (belanja modal), dilakukan perbaikan/ pemeliharaan (maintenace) alat kesehatan, untuk menambah umur alat kesehatan tersebut, apakah nilai perbaikan/ pemeliharaan dicatat/ diinput di dalam simak BMN?

    • 06/03/2014 pukul 10:24 | #58

      Biaya yang dikeluarkan berupa Perbaikan/Pemeliharaan untuk mengembalikan agar Aset tersebut kembali berfungsi seperti semula tidak dikapitalisasi.

  25. ivank
    04/03/2014 pukul 11:32 | #59

    mau menanyakan, bagaimana menginput Simak BMN jika biaya administrasi dalam belanja barang modal tersebut tergabung dalam biaya kontrak dan sp2d sehingga harga barang tidak sama dengan spm/sp2d, dalam hal ini di satker kami ada pembangunan gedung yang mana anggaran untuk konsultan tergabung dalam satu dpa yang siap dilelangkan.mksh

  26. Taufik
    04/03/2014 pukul 08:33 | #61

    Siang, saya mau tanya, di satker saya ada pembelian barang berupa bunga+vas (plastik), taplak meja dan movitex (huruf2 plastik), yang saya mau tanyakan, barang2 itu harus diinput di simak bmn atau cukup di aplikasi Persediaan??? karena sebelumnya saya belum pernah menginput barang2 tersebut dan saya masih ragu.
    terima kasih.

  27. memet
    01/03/2014 pukul 07:45 | #63

    Mohon bantuannya sy ingin menginstal simak bmn pada laptop yang belum pernah diinstal aplikasi simak bmn, apakah sy harus menginstal simak 10, aplikasi migrasi dan simak 13 atau saya cukup menginstal simak 13 saja dan merestore backupan dari adk simak untuk digunakan di tahun 2014 ini
    Trima kasih

    • 01/03/2014 pukul 07:58 | #64

      Instal Database Simak10,
      Instal Aplikasi dan Database Simak13
      Daftarkan Satker dan User,
      Restore hasil backup menggunakan Aplikasi Simak13

      • memet
        01/03/2014 pukul 08:08 | #65

        Trima kasih

  28. ribas
    26/02/2014 pukul 08:03 | #66

    Ijin bertanya pak..apakah bmn yg blum dtetapkan statusnya dan kondisinya masih baik bisa dhpuskan??satker kami ingin menghapuskan 3 rumah negara karena 2 rumah ingin dgabung dan djadikan flat smentara yang 1 lagi akan dgeser (dpndahkan dr tmpatnya smula) agar lahan parkir mnjadi luas..trima kasih.

    • 26/02/2014 pukul 08:41 | #67

      Selain alasan Rusak Berat BMN dapat dihapuskan dengan alasan lain-lain (silahkan baca PMK 96/PMK.06/2007).
      Namun alasan untuk bangunan yang Bapak/ibu sampaikan belum memenuhi persyaratan untuk dihapuskan..

  29. ribas
    24/02/2014 pukul 20:21 | #68

    Mohon pncerahan pak..
    Bulan lalu kantor saya mengadakan transfer k luar..setelah itu adk transfer keluar ke satker penerima. Tetapi data yang diterima satker penerima berbeda dengan yang saya kirimkan..misalnya d aplikasi satker penerima tercatat meja kerja kayu dengan NUP 27..pdhal di adk yang saya kirim tidak ada meja kerja kayu dengan NUP 27. Yg lebih aneh lagi jumlah barang yg d transfer kluar yang trcatat d aplikasi saya 33 buah..dngan adk yg sama..aplikasi satker penerima mncatat ada 34 buah..bagaimana mengatasi hal ini pak..mohon bantuannya..terima kasih..

    • 25/02/2014 pukul 06:42 | #69

      NUP berpedoman pada jumlah aset penerima sehingga NUP dapat berbeda, misal diterima 5 unit meja sedangkan telah ada NUP 1-10 maka si penerima secara otomatis mencatat meja tersebut menjadi NUP 11-15.
      Untuk pertanyaan yg kedua, silahkan perhatikan lagi data yang dikirim jika tetap selisih jumlahnya silahkan buka ADK tersebut menggunakan aplikasi Ms.Foxpro (harap berhati-hati, cara ini disarankan hanya untuk melihat data yg terbentuk)

      • ribas
        26/02/2014 pukul 07:50 | #70

        Jd bgmana prlakuannya ntuk prmaslahan prtama dan kedua pak??khusus untuk prmasalahan kedua..apakah saya hrus mnginput ulang ( mmbuat ulang adk) atau bgmana pak??mhon pncerahannya..

      • 26/02/2014 pukul 08:31 | #71

        Pertama, tidak masalah NUP berubah. kedua lakukan input dan kirim ulang, lakukan proses tersebut menggunakan update aplikasi terbaru

  30. taufik
    21/02/2014 pukul 10:11 | #72

    sudah aku cek pak,iya sudah tercatat di kode 305..terus langah selanjutnya….mohon pencerahan

    • 21/02/2014 pukul 11:19 | #73

      Coba konsultasikan kepada Tim DJKN yang melakukan IP atau KPKNL setempat, bawa serta BA-IP dan aplikasi SimakBMN agar dapat ditelusuri historinya.
      Penyelesaian permasalahan tersebut bergantung pada data2 yang ada.

  31. taufik
    20/02/2014 pukul 12:16 | #74

    mohon pencerahan bagaimana langkah langkah input peralatan dan mesin yang sudah di IP…makasiii

    • 20/02/2014 pukul 23:06 | #75

      Apabila barang belum diinput pada aplikasi SimakBMN namun diakui sebagai BMN pada BA-IP maka kita lihat tahun perolehnnya. Jika diperoleh sebelum tahun anggaran berjalan maka dicatat pada menu Saldo Awal, dan jika diperoleh pada tahun berjalan maka dicatat pada menu yang sesuai dengan perolehannya..

      Apabila barang sudah tercatat pada Aplikasi SimakBMN dan dilakukan penilaian ulang oleh Tim DJKN maka lakukan perubahan nilai atas BMN tersebut pada menu “Koreksi Tim Penertiban Aset”
      Semoga bermanfaat

      • taufik
        21/02/2014 pukul 08:28 | #76

        makasi atas penjelasannya,saya sudah mencatat di saldo awal dan sudah juga melakukan perekaman di “koreksi pencatatan” namun masalah yang muncul kemudian ketika ingin mencatat di menu” koreksi tim penertiban aset” muncul peringatan transaksi tidak bisa dilanjutkan karena telah dilakukan penghapusan di menu “koreksi pencatatan…mohon bantuannya…untuk langkah selanjutnya…..makasi

      • 21/02/2014 pukul 09:04 | #77

        Coba lihat di menu buku/daftar kemudian histori bmn, apakah benar barang dengan nup tersebut memang benar telah dihapuskan dengan kode 305.

  32. 18/02/2014 pukul 11:16 | #78

    Mohon Bantuanya, bisa saya meminta contoh surat permohonan alih status BMN,
    saya petugas baru……

  33. dedot
    13/02/2014 pukul 06:45 | #79

    Mohon informasinya,,, berkenaan dengan Penetapan Status Penggunaan BMN, dalam hal peralatan dan Mesin. Kalau NILAI BUKU peralatan dan Mesin tersebut apakah benar kita lihat yang di LBKP. Sedangkan di LBKP merupakan total dari Nilai Barang,, bagaimana jika ingin melihat nilai buku per satu item jenis barang? terima Kasih.

    • bowo
      14/02/2014 pukul 08:39 | #80

      jika ingin melihat nilai buku per satu item jenis barang bisa di liat di “buku/daftar–>List BMN atau History BMN, terima kasih

  34. harum
    05/02/2014 pukul 09:37 | #81

    Mohon petunjuknya, bagaimana carany memasukkan data backup ke simak untuk pertama kalinya#sya operator dadakan dikarenakan yg lama berhalangan..trimksih

    • daya
      05/02/2014 pukul 10:20 | #82

      pastiin dulu kode kewenangan satkernya sama dengan data backup, baru kemudian masuk ke aplikasi simak dengan memilih menu > utility> restore (plilih data backupan kira kira nama filenya begini bmnkpb111111130801.BAC) > proses.
      terima kasih

  35. azizullah ibrahim (beacukai poso)
    05/02/2014 pukul 08:24 | #83

    mohon bantuannya

    kami baru saja kehilangan motor dinas karena dicuri, bagaimana prosedurnya?
    jika dikenakan tgr, bagaimana proses penilaiinya, apakah melibatkan instansi lain?
    apakah ada format surat berkaitan dengan hal tsb?
    terima kasih sebelumnya

    • 06/02/2014 pukul 00:14 | #84

      Menentukan ada tidaknya dan besaran TGR merupakan kewenangan Kementerian/Lembaga masing-masing.
      Penghapusan BMN dapat diajukan ke KPKNL dengan melampirkan Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak

      • 12/02/2014 pukul 10:24 | #85

        Saya mau tanya yang menanda tangani laporan BMN siapa,… dilaporan kan ada dua nama Kuasa pengguna barang dengan siapa satunya apakah Bendahara material, petugas BMN atau penyusun laporan BMN

  36. GURUH SATRIYA
    03/02/2014 pukul 17:37 | #86

    saya mau tannya tata cara rekon ulang di kpknl bagai mana?

    • 05/02/2014 pukul 08:14 | #87

      Lampiran dibawa seperti biasa ditambah + Surat Permohonan yang berisi permohonan Rekonsiliasi Ulang serta mencantumkan penyebab rekonsiliasi ulang tersebut

  37. SUPARMAN
    29/01/2014 pukul 16:41 | #88

    Pak Mau Tanya mohon bantuan : Kalo Pengembalian Belanja Modal Bangunan dan Gedung, dalam Aplikasi Simak-BMN di input pada transaksi apa pak? karena didalam aplikasi SimakBMN tidak ada menu untuk penginputan transaksi tersebut. dengan permasalahan tersebut satker kami mengalami kendala rekonsiliasi semester II 2013, Karena terdapat selisih, dalam SAKPA bisa penginputan Pengembalian Belanja, maka dari itu pada rekon semester II 2013 MINUS SEBESAR PENGEMBALIAN TERSEBUT. TRIMS”

    • adi
      31/01/2014 pukul 20:14 | #89

      tolong di jelaskan dulu permasalahanya sehingga bisa terjadi pengembalian belanja modal bangunan dan gedung ?
      memang benar di Aplikasi SIMAk BMN tidak ada pengembalian belanja karena dasar penginputannya dari SPM/SP2D beserta dokumen sumber (kontrak, Berita Acara, dll )

  38. 22/01/2014 pukul 08:48 | #90

    mohon bantuannya, ingin bertanya jika sudah melakukan rekon semester II, jika ingin mengganti nama barang pada BMN apakah bisa dengan pembatalan kirim terlebih dahulu, lalu apakah akan berubah nilai akhir asetnya, karena kemarin terjadi salah penginputan nama barang. kami tunggu jawabannya. terimakasih

    • akbar
      22/01/2014 pukul 14:08 | #91

      batal kirim hanya dilakukan apabila ingin merubah data penginputan pada menu “UBAH” di setiap transaksi BMN, jadi tidak perlu pembatalan kirim, pembatalan kirim juga tidak akan merubah nilaik akhir aset, untuk salah penginputan nama aset bisa dilakukan dengan transaksi normal “transaksi BMN>penghapusan BMN>reklasifikasi keluar (dimasukin nama barang yg ingin dirubah) kemudian masuk ke menu Transaksi>Perolehan BMN>reklasifikasi Masuk (diinput nama BMN yg benar), terima kasih

  39. 20/01/2014 pukul 09:26 | #92

    Mohon bantuannya, kami tahun anggaran 2013 ada renovasi gedung penambahan atap kalau di aplikasi simak BMN yang dimasukkan nilai SP2D nya ataunilai SPMnya atau ada peraturannya, terima kasih

    • marsudi
      21/01/2014 pukul 05:55 | #93

      Sepertinya, nilai SP2Dnya di input pada transaksi BMN di menu pengembangan KDP, atau ada masukan lain

  40. eselmus
    19/01/2014 pukul 23:19 | #94

    Bagaimana normalisasi pd gedung dan bangunan sehingga menjadi minus? Dan bagaimana cara menginput gedung dan bangunan yg terkena normalisasi. Mohon bantuannya,……

  41. Saifullah
    16/01/2014 pukul 22:23 | #95

    Mohon bantuannya, Satker kami melakukan 30 pebelian Belanja Modal Untuk Peralatan dan mesin dalam Satu SP2D, Pertanyaan saya bagaimana cara menginput SP2D tersebut dengan benar, karena jika peritem barang tersebut saya Masukkan Nilai SPMnya maka hasilnya akan 29x Lipat melebihi nilai SPM yang sebenarnya, Saya mohon pencerahanya???

    Terimakasih.

    • arief
      18/01/2014 pukul 07:10 | #96

      Sp2d nya input nominal sekali saja, yg 29 nol.

  42. 14/01/2014 pukul 07:52 | #97

    selamat pagi mohon petunjuk dlm penyusutan reguler masih terdapat nilai minus pada aset yg tidak digunakan dlm pos intra contoh senpi bahu lainnya, monitor, garase/pool permanen dan ekstra pada megaphone……dum

  43. 11/01/2014 pukul 12:03 | #98

    mau tanya nih,
    gimana mau input jika 1 kontrak terdapat 2 sp2d kedalam simak bmn, awal saya nyoba tambah sp2d yg kedua malah sp2d yang pertama tertimpa dengan yang baru.
    mohon petunjuk nya

    • Marsudi
      14/01/2014 pukul 05:49 | #99

      Tidak masalah lanjutkan aja. setelah selesai bakal berurut kok SP2Dnya, selamat mencoba

  44. ribas
    10/01/2014 pukul 20:58 | #100

    Tanya: saya operator baru pak..d semster 1 ada pmbelian mobil 6 unit..trnyata ada klebihan bayar sbnyak 3 juta..dan itu barunketahuan ketika smester 2..kelebihan bayarnya sudah d kembalikan shingga neraca di sakpa berkurang 3 juta..saya sdah memasukka nilai koreksi d menu transaksi ttapi ttap masih selisih dngan di sakpa pak..mohon pencerahannya

    • Marsudi
      11/01/2014 pukul 09:47 | #101

      Kelebihan bayar yang dikembalikan sebelumnya SPMnya di entry terlebih dahulu di Sakpa, dan seterus di Simak lakukan pembatalan Penyusutan Semester I dan pembatalan pengiriman semester I, setelah baru lakukan transaksi Koreksi perubahan nilai kemudian lakukan penyusutan semester I dan pengiriman ke Sakpa, mudah-mudahan tidak selisih lagi, selamat mencoba

      • ribas
        12/01/2014 pukul 13:09 | #102

        saya sdah coba pak..tp nominal yg brkurang d Simak bkan 3 juta..tp 2 juta skian..pdhal harga tiap unit udah saya kurangi 500 ribu.. sedangkan d sakpa berkurangnya pas 3 juta..masih ada selisih skitar 214 ribu sekian..mohon pencerahannya pa..trima kasih..

  45. Agus Priyono
    09/01/2014 pukul 10:39 | #103

    Tanya: Dalam SIMAK BMN apakah ada menu “Perubahan transaksi”?? karena yang saya pernah coba hanya ada perubahan kodefikasi (Rekalsifikasi Masuk/Reklasifikasi Keluar). Karena ada satker kami yang melakukan transaksi transfer masuk yang sehatusnya transaksi saldo awal. Mohon jawabannya. Terim kasih

  46. iswahyudi
    08/01/2014 pukul 01:36 | #104

    asslkm…
    saya operator simak BMN pak, kemarin ada salah temuan BPK-RI, bahwa ada aset kami yang sudah dihentikan penggunaan dan direklas ke aset lainnya tahun 2010 & 2011 dan sudah diusulkan utk penghapusan ke eselon I kami serta KPKNL pada tahun 2013, kemudian diawal 2013, dilakukan penyusutan, dan ternyata ikut disusutkan. setelah saya baca PMK.01/2013 ttg penyusutan, Bahwa Barang yang rusak berat/hilang yg sudah diusulkan ke pengelola barang tidak termasuk aset yg disusutkan…saya penjelasan, apakah bisa penyusutan aset lainnya tersebut dibatalkan?apakah kita perlu memasukkan ulang aset yg di hentikan tersebut ke dalam MENU aset rusak/hilang yg sudah diusulkan ke pengelola barang pada SIMAK BMN?mohon penjelasanannya..terima kasih..

    • Marsudi
      08/01/2014 pukul 19:25 | #105

      Dapat dilakukan dengan menu batalkan penyusutan pada utility, kemudiaan rubah status BMN tersebut ke Barang Rusak Berat dari menu transaksi BMN, selamat mencoba

  47. Rahmat Hanna, S.Pd
    07/01/2014 pukul 20:15 | #106

    Mohon bantuannya… Kami tahun ini mendapatkan proyek fisik pembangunan kantor lanjutan tahap II , sedangkan bangunan yang kemarin sudah ada KIB-nya bagaimana caranya agar nilai bangunan proyek tahun ini untuk Bangunan Lantai II-nya ini bisa di tambahkan dengan bangunan yang sudah ada… terima kasih sebelumnya..

    • 07/01/2014 pukul 21:14 | #107

      Sama seperti pertanyaan Pak Rezeki_Wahyu di bawah, kita rekam terlebih dahulu dengan menu “Transaksi KDP”, setelah selesai KDP tersebut maka kita akan kembangkan BMN dimaksud di menu “Transaksi BMN >> Perubahan BMN >> Pengembangan >> Pengembangan dengan KDP”

  48. rezeki_wahyuni
    06/01/2014 pukul 23:54 | #108

    Mohon bantuannya, bagaiman cara menginput bangunan yang direnovasi, perolehan dan penyelesaian pembangunannya masuk ke menu yang mana? awalnya sya input kedalam KDP, ternyata KDP untuk bangunan baru, sementara renovasi kantor tidak menambah banugnan baru, hanya menambah masa manfaat, mohon penjelasannya! Terima Kasih

    • 07/01/2014 pukul 21:12 | #109

      Selain untuk perolehan baru, transaksi KDP juga digunakan untuk renovasi geedung dengan catatan SPM/SP2D lebih dari satu dan melebihi satu periode laporan (SPM pertama dan kedua berbeda terbit bulan).
      Perekaman pada KDP sudah tepat, setelah selesai pencatatan KDP kita akan mengembangkan nilai gedung dengan menu “Transaksi BMN >> Perubahan BMN >> Pengembangan >> Pengembangan dengan KDP”

  49. 05/01/2014 pukul 11:43 | #110

    saya tidak bisa melakukan penyusutan reguler pada aplikasi bmn saya baik semester I dan II sepertinya ada yg hilang pada file di database bmn saya…….

    • 05/01/2014 pukul 22:27 | #111

      Coba backup Aplikasi SimakBMN (jangan install di komputer ini, untuk jaga-jaga).
      Instal Aplikasi SimakBMN pada komputer lain kemudian daftarkan kode satker dan username, restore hasil backup tadi. Coba lakukan penyusutan pada komputer yang baru diinstall

  50. Dessy Natallya
    04/01/2014 pukul 18:51 | #112

    mohon bantuannya, kami satker baru. sekarang kami hrus rekon simak bmn smt II ke kpknl..sy masih blum paham cara input data kdp di aplikasi simak. kami punya pekerjaan fisik ada 5 paket pembangunan gedung dan bangunan (pusat jajanan/kuliner, pos pol pariwisata, menara pandang, rehab kolam air panas dan penataan air bersih (bak air bersih)). masing2 dikerjakan oleh kontraktor yg berbeda, dan 5 paket itu punya 1 konsultan perencana, dan 1 konsultan pengawas. bgmn cara input datanya? terima kasih

  51. 04/01/2014 pukul 11:49 | #114

    Muncul pesan “maaf KDP ini sampai dengan tanggal ini belum ada” pada saat proses simpan pada menu Penyelesaian Pembangunan dengan KDP.
    padahal sudah dilakukan dengan urutan yang benar..
    mohon pencerahannya

    • 05/01/2014 pukul 22:29 | #115

      Silahkan cetak laporan Barang Kuasa Pengguna (“Laporan >> Laporan Barang Kuasa Pengguna”), kemudia pilih Laporan “Konst. Dlm Pengerjaan”.

  52. zinnun
    03/01/2014 pukul 09:04 | #116

    mohon bantuan, satker kami telah meyelesaikan pembangunan gedung pada tanggal 15 Desember 2013, dan telah dicatat dalam aset gedung dan bangunan pada simak BMN. apakah rekonsiliasi BMN semester II ini gedung ini dilakukan penyusutan juga?

    • 03/01/2014 pukul 13:21 | #117

      Klik menu “Utilitas >> Penyusutan Reguler “, pilih semester II kemudian klik Proses.
      Kalau penasaran apakah Gedung tersebut disusutkan atau tidak, silakan klik menu “Buku/daftar >> History BMN”
      Silakan berekspresi: )

  53. Riky
    02/01/2014 pukul 13:29 | #118

    Mohon Bantuannya,
    Dikantor ada Belanja Modal Penambahan Daya Listrik (533121/Belanja Penambahan Nilai gedung dan Bangunan) Dengan Nilai Rp. 9.581.000,-
    Ketika saya input pada Transaksi BMN – Perubahan BMN – Pengembangan – Pengembangan Langsung saat saya inputkan pada nilai aset bertambah dengan nilai Rp. 9.581.000,- langsung muncul peringatan dengan tulisan “Nilai penambahan kurang dari batasan kapitalisasi sehingga tidak bisa direkam!”
    Bagaimana Solusinya…???
    Terima Kasih.

    • 02/01/2014 pukul 16:08 | #119

      Berdasarkan PMK 120 tahun 2007 Batasan Kapitalisasi Nilai untuk Gedung dan Bangunan sebesar Rp10.000.000,- keatas sehingga Penambahan Daya sebesar Rp9.581.000,- tidak akan menjadi penambah nilai bangunan tersebut.
      Aplikasi memang tidak akan menerima karena tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

      • 08/01/2014 pukul 07:58 | #120

        Saya mau tanya kemaren waktu rekon dengan KPKNL untuk penyusutan yang tahunan koq g sama yaa.. dengan nilai akhir di Neraca SIMAK nya tapi yang semester 2 sama..mohon penjelasannya

  54. 30/12/2013 pukul 15:23 | #121

    mohon bantuannya, satker kami pada laporan semester I 2013 ada nilai KDP sebesar Rp. 2.641.591.700,- pada laporan semester II ini kami ingin memasukan sebagai aset biasa dengan memecah menjadi 5 penyelesaian bangunan, yang ingin kami tanyakan bagaimana prosedur pencatatan dalam SIMAK-BMN. Sangat kami tunggu jawabannya. terima kasih

    • 31/12/2013 pukul 11:22 | #122

      Karena KDP tersebut menghasilkan 5 bangunan maka diasumsikan terdapat 5 NUP KDP pada saat merekan di perolehan dan pengembangan KDP. Masuk ke menu “Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Penyelesaian Pembangunan >> Penyelesaian Pembangunan dengan KDP”

    • 31/12/2013 pukul 11:24 | #123

      Karena KDP tersebut menghasilkan 5 bangunan maka diasumsikan terdapat 5 NUP KDP pada saat merekam di menu perolehan dan pengembangan KDP.
      Silahkan rekam bangunan tersebut di menu “Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Penyelesaian Pembangunan >> Penyelesaian Pembangunan dengan KDP” sesuai nilai masing-masing bangunan

  55. ACHMAD
    28/12/2013 pukul 11:05 | #124

    bagaimana perekaman di BMN jika terdapat 4 unit bangunan baru dengan lebih dari 5 SP2D, apakah no. urut kdp nya direkam 1 persatu ?
    cth : no. urut kdp dari 5 ke 8 atau 5 ke 5, 6 ke- 6, dan seterusnya.. mohon pencerahan ?

    • 29/12/2013 pukul 01:23 | #125

      SP2D yang pertama terbit direkam dengan menu “Perolehan KDP” sedangkan SP2D-SP2D berikutnya dimenu “Pengembangan KDP”
      Jika nilai kotor masing-masing SPM atas SP2D tersebut bisa dibagi dengan angka 4 (hasilnya tidak ada angka dibelakang koma), silahkan masukkan nomor urut KDP langsung 1 s.d. 4 (tidak perlu 1 s.d. 1, 2 s.d. 2, dst…)

  56. Taufik
    24/12/2013 pukul 08:32 | #126

    Selamat Siang.
    Saya mau tanya, di satker kami ada BMN yang telah dilakukan “Perubahan Kondisi” dan “Koreksi Pencatatan” dimana di dalam form aplikasi yang diisi harus menyertakan Nomor, tanggal Dasar Keputusan, bisa berikan contoh SK Koreksi/perubahan tersebut?? Saya sangat kesulitan untuk membuat konsep SK-nya seperti apa, karena setahu saya SK objeknya adalah Orang, bukan Barang (Koreksi jika saya salah). Atau cukup kah hanya membuat Berita Acara saja??
    Terima kasih atas bantuannya.

    • 24/12/2013 pukul 13:34 | #127

      Sekurang-kurang satu kali dalam satu tahun kita melakukan pemeriksaan fisik atas kondisi BMN yang dituangkan dalam sebuah Berita Acara Pemeriksaan Fisik BMN, Silahkan gunakan Berita Acara tersebut untuk melakukan perubahan kondisi.
      Sedangkan untuk koreksi pencatatan tidak ada format baku Surat Keterangan tsb namun sebaiknya mencantumkan kata kata “dengan ini menerangkan bahwa”, “sebelumnya tercatat….” , dan “seharusnya …..”
      Mohon bantuan teman-teman yang memberikan saran atau lebih baik lagi memberikan contoh kepada saudara Taufik… :)

      • Taufik
        28/12/2013 pukul 10:20 | #128

        Terima kasih atas jawabannya. :)

  57. 23/12/2013 pukul 21:30 | #129

    Utk penerimaan barang tahun berjalan yg tidak d lengkapi adk, apakah bisa kami input d transaksi perolehan BMN “perolehan lainnya” dgn penjelasan d calbmn agar kuantitas dan nilainya masuk d aset satker, kenapa harus d masukkan d aset pihak ketiga dimana nilai nya gk masuk aset,,,, mohon untuk penjelasan

    • 24/12/2013 pukul 13:27 | #130

      ADK dari si Pengirim aset merupakan control agar tidak terjadi pencatatan ganda oleh si pengirim dan penerima terhadap aset yang sama.
      Jika barang tersebut merupakan kiriman dari Instansi Pemerintah Pusat maka menu yang digunakan “Transfer Masuk” sedangkan untuk menu “Perolehan Lainnya” digunakan untuk perolehan yang belum diakomodir menu-menu perolehan aset..

      • 29/12/2013 pukul 22:39 | #131

        terus untuk harwatnya bagaimana dum terimakasih pak

  58. khairil anwar
    21/12/2013 pukul 09:27 | #132

    Selamat pagi pak,..mohon pencerahan cara reklasifikasi kode BMN disatker saya karena salah catat dari yang semula “Uninteruptable Power System” kodefikasi 3.08 Alat Laboratorium, seharusnya “Uninteruptable Power System” kodefikasi 3.06 Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar…total 7 unit, nah yang jadi problem ada 5 unit merupakan Barang Ekstrakomptable….direklas keluar tidak ada masalah tapi begitu direklasifikasi masuk, 5 unit barang tersebut masuk ke Barang Intrakomptabel dan berpengaruh pada nilai BMN di neraca jadi bertambah nilainya sejumlah 5 unit barang ekstrakomptabel…mohon solusinya pak, karena nantinya pada Laporan BMN semester 2 semua kodefikasi barang harus sesuai dengan lingkup satker ( satker kami Pengadilan Negeri Sanggau, Kalbar )..terima kasih

    • 23/12/2013 pukul 09:01 | #133

      Ada beberapa Kategori BMN masuk kategori Ekstrakomptabel maupun Intrakomptabel (PMK 120 tahun 2007).
      Kami mau tanya dulu, Tahun berapa Barang tersebut diperoleh dan berapa harganya?

      • khairil anwar
        30/12/2013 pukul 08:33 | #134

        bmn tersebut diperoleh tgl 31 Desember 2007 dan dibukukan tgl 09 September 2008..adapun harga per unit Rp. 400.000,- dengan total harga Rp. 2.000.000,-

  59. 17/12/2013 pukul 15:43 | #135

    Mohon pencerahan lbih detail yg dimasukan ke aplikasi persedian itu terdiri barang apa saja selain ATK, sya sudah baca psap05 tentang persediaan namun masih blum terang ?
    kami belanja bahan2 cetak untuk praktek siswa, ada belanja untuk keperluan rumah tangga seperti sapu, kain pel, pembersih kaca,sabun cuci ; belanja perlengkapan olahraga olah raga (bola sepak, satel coock dll) ; belanja bahan bangunan untuk pemeliharaan sekolah (pasir, semen, dll) dan bahan pemeliharaan computer (Mainboard, mouse, keyboard, dll)
    apa semua itu harus qt masukan ke persediaan ? Terima kasih byk atas jawabannya.

    • 19/12/2013 pukul 18:24 | #136

      Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dst..
      Berdasarkan PSAP-05 maka barang-barang yang Saudara sebutkan diatas dicatat sebagai Persediaan.

  60. ardhi
    06/12/2013 pukul 12:52 | #137

    Selamat siang, saya ingin bertanya tentang fungsi label barcode yang dihasilkan SIMAK BMN. Saya sudah cetak labelnya tetapi hasil barcode-nya tidak bisa dibaca oleh alat scan barcode. Kenapa ya?

    • 13/12/2013 pukul 21:19 | #138

      Mohon maaf, kami belum pernah mencoba sehingga belum dapat menjawab pertanyaan ini.

  61. nurina
    03/12/2013 pukul 08:34 | #139

    selamat pagi, sy mau tnya di satker kami ada pembayaran perkerjaan pemasangan telepon (jasa) dicatat dalam akun 53211. bagaimana sy menginput dalam simak? trims

    • 13/12/2013 pukul 21:18 | #140

      Masuk ke menu “Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Pembelian”, masukkan kode sesuai dengan substansi aset tersebut.
      Jika jawaban ini seolah mengambang, mohon diuraikan kronologis pengadaan tersebut ..

      • jamal
        17/12/2013 pukul 16:04 | #141

        kalau saya mau bertanya disatker kami melakukan pengadaan berupa satu paket display informasi,yang terdiri dari :Monitor LEDTV 70″,Braket,memory, UPS,PC Input data, Instalasi+Inisiasi data awal, input data data base,masing2 dengan harganya. Yang saya tanyakan apakah penginputannya lansung 1 paket, atau dipisah2 sesuai harga, tetapi bagaimana dengan jasanya? Terimakasih sebelumnya

      • 19/12/2013 pukul 18:31 | #142

        Sebaiknya masing-masing aset tersebut berdiri sendiri, sedangkan jasa dapat dialokasi secara proporsional atas masing-masing aset. Jangan lupa dijelaskan pada Catatan atas Laporan

  62. ecky fajrian
    28/11/2013 pukul 10:37 | #143

    ijin bertanya, saya ada menginput data KDP pada Semester 1 2013 berupa pembangunan gedung, setelah di semester 2 saya baru mengetahu klo gedung yang dibangun satu komplek ada 14 unit rumah dinas, sedangkan saya menginput di SMT 1 untuk 1 komplek saja, bagaimana solusi merubah data yang di Semester 1 itu mas??? terima kasih sebelumnya

    • 28/11/2013 pukul 21:11 | #144

      Hapus bangunan yang telah direkam “Transaksi BMN >> Penghapusan BMN >> Koreksi Pencatatan”, kemudian rekam 14 unit tersebut di “Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Perolehan Lainnya”

      • ecky fajrian
        02/12/2013 pukul 08:57 | #145

        Maaf mas/mbak mau bertanya lagi, saya mencatat pada semester 1 2013 ke 14 unit rumah tersebut, masi dalam bentuk KDP tapi hanya untuk 1 komplek saja, apakah bisa di semester 2 ini, saya hapus/penghentian KDP nya terus saya ulang lagi pencatatanya dari SP2D awal nya di semester 2 ini.. mohon petunjuknya mas/mbak??

      • 13/12/2013 pukul 21:15 | #146

        Buat Surat Keterangan yang menyebutkan perbaikan pencatatan tersebut, silahkan dilakukan perbaikan data

  63. lh
    20/11/2013 pukul 06:39 | #147

    Coba berkomentar, harusnya perubahan kondisi bukan di KIB tapi di Perubahan Kondisi Barang.

    • memet
      20/11/2013 pukul 09:17 | #148

      oh iya bisa,hehehe
      maklum saya operator baru
      makasih atas bantuannya

  64. memet
    19/11/2013 pukul 21:18 | #149

    Mohon bantuannya,saya sudah mengubah kondisi barang di KIBSimak 13 dari baik menjadi rusak berat,dan di aplikasi mengatakan berhasil menyimpan data,saat mengecek di KIB kondisi barang sudah berubah menjadi rusak berat,akan tetapi saat mencetak laporan kondisi barang ternyata kondisi barang yang sudah sy ubah tidak berubah,masih tercatat dalam kondisi baik,kok bisa begitu ya? Mohon bantuannya,
    Makasih

  65. 13/11/2013 pukul 11:19 | #150

    Selamat Siang…
    mau tanyak ini kita kan sebagai sub satker, dan kita mendapatkan barang dari satker lain…
    maka bagaimanakah pencatatannya dalam SimakBMN Kemkeu???
    Terimaksih.

    • 13/11/2013 pukul 15:12 | #151

      Apakah ada kendala jika menggunakan menu “Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Transfer Masuk”

  66. 12/11/2013 pukul 15:21 | #152

    Selamat sore pak, saya ingin bertanya dan mohon bantuannya, begini :
    Ada barang dalam aplikasi SIMAK BMN Satker saya perolehan TA 2009 yaitu berupa “senter” (senter biasa) yang nilainya tidak wajar dan setelah saya telusuri memang ada kesalahan nilai input. Hal ini saya dapatkan dari catatan manual pada buku. Akan tetapi ketika saya coba cari buku kontraknya tidak ada, shingga saya mengira ini mungkin barang persediaan. (harga Rp. 125.000/item) Jadi apa yg harus saya lakukan. Trims

    • 13/11/2013 pukul 15:08 | #153

      Untuk memastikan terjadi kekeliruan harga barang tersebut maka harus melihat dokumen pendukung, buku catatan manual tidak dapat dijadikan dokumen yang kuat untuk melakukan perubahan apalagi mengubah aset tersebut dari Aset Tetap menjadi Aset Lancar.

  67. 07/11/2013 pukul 16:24 | #154

    mrsfad88 :
    Assalamu’alaikum

    mohon bantuannya, satker kami mengeluarkan belanja modal pengadaan alat komunikasi data (alkom) pada bulan agustus 2013. pada bulan oktober baru digantikan belanja administrasi kontrak alkom tsb, yang terdiri dari belanja bahan2 ATK.
    bagaimana cara menginput belanja administrasi kontrak alkom tsb, krn mata anggarannya 53 namun merupakan barang habis pakai.
    smp skrng masih selisih dengan neraca sakpa krn belum tau bgmn cara menginputnya.
    atas perhatian dan jawabannya, terima kasih

    • 07/11/2013 pukul 16:26 | #155

      mohon bantuanna…. saya ada permasalahan di aplikasi persediaan,,dari referensi>tanda tangan sudah di ubah ke bulan oktober,tapi waktu di lihat di laporan nya itu menjadi bulan November,,gmana solusinya?mohon bantuan nya pak..terima kasih

    • 13/11/2013 pukul 15:01 | #156

      Dalam Pengadaan suatu barang dimana Perolehan/pembayarannya melebihi satu periode laporan maka seharusnya dibukukan sebagai KDP. Seandainya ATK tersebut dalam penganggarannya merupakan pengeluaran untuk perolehan barang tersebut (MAK 53XXXX), silahkan bukukan sebagai KDP.

  68. mrsfad88
    04/11/2013 pukul 09:19 | #157

    Assalamu’alaikum

    mohon bantuannya, satker kami mengeluarkan belanja modal pengadaan alat komunikasi data (alkom) pada bulan agustus 2013. pada bulan oktober baru digantikan belanja administrasi kontrak alkom tsb, yang terdiri dari belanja bahan2 ATK.
    bagaimana cara menginput belanja administrasi kontrak alkom tsb, krn mata anggarannya 53 namun merupakan barang habis pakai.
    smp skrng masih selisih dengan neraca sakpa krn belum tau bgmn cara menginputnya.
    atas perhatian dan jawabannya, terima kasih

    • 04/11/2013 pukul 10:21 | #158

      Nilai alkom merupakan akumulasi biaya sehingga alkom tersebut siap digunakan, sehingga (dalam case saudara) belanja administrasi tersebut menjadi penambah nilai alkom.
      Lakukan perubahan nilai alkom dimenu “Transaksi BMN >> Perubahan BMN >> Pengembangan >> Pengembangan Langsung”

      Ada yang mau kasih masukan?

      • mrsfad88
        04/11/2013 pukul 11:35 | #159

        bagaimana dengan kode asetnya?
        karena alkom ini terdiri dari beberapa brng, misalnya PC, laptop, printer dll yang nilainya berbeda2.

      • 13/11/2013 pukul 14:53 | #160

        Silahkan baca dulu mengenai KDP disini

  69. nurina
    31/10/2013 pukul 16:29 | #161

    sore, sy mau tanya, di satker kami ada belanja modal pengadaan sarana dan prasarana kantor terdiri dari 10 jenis barang dengan total barang 92 buah. utk pencairan dananya tidak langsung. ada uang muka 20%, dan perkiraan akhir tahun (2 bulan) kemudian sudah selesai. jadi sebaiknya bagaimana sy menginput yg uang muka 20% tersebut ke dalam aplikasi simak bmn? karena uang muka tsb mengunnakan akun 53. terima kasih sebelumnya.

    • 03/11/2013 pukul 20:57 | #162

      Silahkan baca mengenai KDP disini.
      Jika masih ada ada kendala, silahkan diuraikan secara rinci agar kita bisa bahas bersama di forum ini

  70. Deddy
    31/10/2013 pukul 14:48 | #163

    Di Satker saya,ada renovasi Gedung & Bangunan. Sedangkan pada Gedung tersebut terdiri dari dua NUP dgn tahun perolehan dan nilai perolehan yang berbeda, yg pertama NUP untuk Ruang Makan&Dapur dan Nup yang kedua untuk Ruang Cuci dan Kamar Mandi. Arahan dari KPKNL di daerah kani agar disatukan saja kedua aset tersebut sebelum menambah nilai Gedung tersebut. Yg mau saya tanyakan, di kasus seperti ini kita pakai menu apa? Mohon arahannya. Terima Kasih

    • 03/11/2013 pukul 20:45 | #164

      Apakah ruangan makan dan dapur berdiri sendiri, terus ruangan cuci dan kamar mandi juga berdiri sendiri?

      Maksudnya, apakah terdapat satu bangunan terpisah dengan bangunan lain, dimana bangunan tersebut hanya dijadikan tempat cuci dan kamar mandi?
      Atau ruangan yang Saudara maksud merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangunan lain?

      • mazadeddy@gmail.com
        06/11/2013 pukul 10:30 | #165

        ruang makan & dapur dengan Ruang cuci & kamar mandi merupakan satu bangunan. Jadi ada dua NUP dalam satu atap.

      • 13/11/2013 pukul 14:48 | #166

        Sesuaikan dengan arahan KPKNL setempat.

  71. yuyun
    25/10/2013 pukul 16:27 | #167

    mohon bantuannya :

    tahun lalu kantor kami ada jasa konsul penyusunan desain untuk SMK pariwisata sebesar 199.567.500,-. Didalam neraca sudah tercatat sebagai KDP. TAhun ini untuk smk pariwisata tersebut , pada bulan september sudah terealisasi jasa pembersihan lahan 123.850.000,- dan dicatat lkagi ke dalam KDP. pada bulan Oktober ada pembangunan SMK pariwisata sebesar 1.247.240.400 ( berarti di catat ke dalam aset gedung ). Bagaimana pencatatan KPD ( 199.567.500 dan 123.850.000 ) di akhir tahun, karna sudah ada bangunan SMK yg berdiri tahun ini ?
    mohon sharingnya…tq

    • 29/10/2013 pukul 08:48 | #168

      seharusnya nilai BMN untuk bangunan SMK tersebut merupakan total dari seluruh dana APBN yang dikeluarkan yaitu biaya jasa konsul + biaya pembersihan lahan + biaya pembangunan. Karena secara logika, bangunan SMK tersebut tidak akan berdiri apabila tidak ada biaya konsul dan biaya pembersihan lahan sehingga total nilai SMK tersebut adalah nilai secara keseluruhan.
      Biaya konsul dan biaya pembersihan lahan sudah benar diinput ke KDP. Untuk biaya pembangunan, apabila sudah tidak dikeluarkan APBN lagi maka biaya pembangunan tersebut diinput terlebih dahulu di pengembangan KDP kemudian masuk menu penyelesaian pembangunan untuk menjadikan sebagai aset sebuah bangunan.
      Apabila masih terdapat biaya yang dikeluarkan setelah biaya pembangunan (seperti biaya pengawasan dll melalui MAK 53), maka biaya pembangunan masih diinput sebagai Pengembangan KDP.

  72. Riky
    24/10/2013 pukul 17:51 | #169

    Assalam..
    Mohon Bantuannya untuk permasalahan sbb :
    1. Untuk Belanja Modal Penambah Nilai gedung dan Bangunan (renovasi) dimana saya harus menginputkan data tersebut..??
    2. Untuk Barang yang salah input bagaimana caranya, contoh yang tercatat meja seharusnya lemari…??
    3. yang terdata di BMN mempunyai rak server 3 dengan nilai @Rp. 5.000.000,- Rp. 15.000.000,-, Seharusnya 1 rak server dengan nilai Rp. 15.000.000,-. Bagaimana mengatasinya…???
    Demikian atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

    • lukman
      25/10/2013 pukul 12:59 | #170

      coba ikut jawab :
      1. jika lebih dari 1 SP2D maka dicatat dalam KDP dulu sampai 100%, ketika telah PHO KDP tersebut dieliminasi dengan transaksi Pengembangan Melalui KDP kemudian dipanggil kode barang gedung dan NUP-nya…
      2. Meja di-Reklasifikasi Keluar, Reklasifikasi Masuk sebagai lemari.
      3. 2 server dieliminasi dari laporan dengan transaksi Koreksi Pencatatan dengan dilengkapi surat pernyataan kasatker atas kesalahan catat ts

      • Riky
        25/10/2013 pukul 13:11 | #171

        1. kebetulan SP2D yang saya terima cuma satu pak untuk pelaksanaan. Berarti bis langsung di input ke KDP pak…??

      • 13/11/2013 pukul 14:51 | #172

        Terima kasih buat bro Lukman.
        Hanya sebagai tambahan, jika pengembangan tersebut hanya satu SPM/SP2D maka input di “Transaksi BMN >> Perbahan BMN >> Pengembangan >> Pengembangan Langsung”

  73. Taufik
    21/10/2013 pukul 13:59 | #173

    Saya mau tanya, di anggaran satker kami ada anggaran khusus belanja perpustakaan, dimana didalamnya terdapat belanja dengan jenis ATK, yang mau saya tanyakan, “apakah ATK-ATK yang saya beli (dengan anggaran khusus perpustakaan) dimasukan juga ke Aplikasi Persediaan?”
    Terimakasih.

    • 22/10/2013 pukul 07:47 | #174

      ATK tersebut dicatat pada Aplikasi Persediaan karena merupakan Aset Lancar yang diperoleh dari APBN.

      • Taufik
        22/10/2013 pukul 11:25 | #175

        Terimakasih atas jawabannya, selanjutnya saya mau tanya lagi, dengan dicatatnya ATK2 tersebut (yang berasal dari anggran belanja perpustakaan) ke dalam aplikasi persediaan, apakah nanti ATK tersebut seluruhnya harus dihabis-pakaikan/dikeluarkan pada satu tanggal pencatatan (berhubung ATK tersebut langsung diambil alih & diberikan di perpustakaan seluruhnya)?? Atau sama halnya dengan ATK2 pada umumnya yang hanya dilakukan stock opname diakhir semester??
        sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas jawabannya.

    • 22/10/2013 pukul 12:22 | #176

      Ketika dialokasikan ke bagian perpustakaan maka barang tersebut dikeluarkan pada Aplikasi Persediaan, walaupun pada tanggal yang sama.

  74. Abimanyu Putra
    16/10/2013 pukul 22:10 | #177

    Ass…
    Selamat Malam…
    saya mau bertanya ini pak,buk.. saya mendapat kiriman file backUp Referensi Persediaan dari satker saya…
    nah yang saya mau tanyakan kok saya restor tidak mau masuk ya… kenapa??? dan bagaimana solusinya…????? makasih.

    • 16/10/2013 pukul 22:21 | #178

      Setup tahun pada saat proses restore harus sama dengan saat melakukan backup, kemudian kode satuan kerja (20 digit ) juga harus sama.
      Semoga sukses….

    • Agus Priyono
      09/01/2014 pukul 10:34 | #179

      Numpang komentar: jika membaca komentar bung abimanyu, jika saya tidak salah tangkap, hanya menerima file referensi saja, sedangkan yang saya tau dalam BackUp di persediaan terdir dari dua file yaitu selain Referensi ada juga file BackUp nya. Mungkin bisa dimintakan lagi file backupnya ke satker pengirim nya. Terima kasih…..

  75. 07/10/2013 pukul 09:02 | #180

    selamat siang, mau tanya kl mau lihat nilai buku permasing-masing aset yang telah di susutkan pada aplikasi SIMAK-BMN di menu mana ya???terima kasih sebelumnya

    • 07/10/2013 pukul 10:26 | #181

      Biasanya teman-teman membuka di Menu “Buku/Daftar >> History BMN”

  76. Irma DJ
    03/10/2013 pukul 10:51 | #182

    Admin, Satker kami melakukan pengadaan barang dengan nilai kontrak 88.000.000. Angka 88.000.000 tersebut termasuk pajak 10%. Sedangkan menurut rincian harga barang pada kontrak barang-barang tersebut per item jumlahnya hanya sekitar 80.000.000. (harga per item barang tidak termasuk pajak). Yang ingin saya tanyakan, pada saat saya menginput di aplikasi simak bmn, apakah saya harus menambahkan pajak 10% tersebut ke setiap item barang atau hanya mengikuti harga sesuai rincian kontrak saja? Terima kasih atas bantuannya (“,)

    • 03/10/2013 pukul 11:20 | #183

      Coba perhatikan pada SPM yang terbit, apakah pada kolom MAP (Mata Anggaran Penerimaan) terdapat potongan pajak?

      • Irma DJ
        04/10/2013 pukul 10:39 | #184

        Jumlah pengeluaran sesuai nilai kontrak : 88.000.000, Jumlah potongan pajak 8.000.000, sehingga jumlah bersihnya 80.000.000. Jadi apakah yang hrs saya input itu sesuai nilai kontrak atau nilai bersih setelah di potong pajak?

    • 04/10/2013 pukul 14:47 | #185

      sebelum dipotong pajak 88.000.000

  77. qa
    23/09/2013 pukul 11:28 | #186

    kayaknya blm ada solusi deh….

  78. ardhi
    19/09/2013 pukul 09:35 | #188

    selamat pagi, di satker kami membangun bengkel memakai akun 533111 dengan 1 kontrak dan dibayar per termin. Bagaimana cara pencatatan kdp dan penyelesaian KDP jika di dalam kontrak tersebut terdapat pengadaan tanah, peralatan kantor dan peralatan bengkel? mohon pencerahannya. Terima Kasih

    • 27/09/2013 pukul 07:06 | #189

      lpjika seluruh aset tersebut penyelesaian/pembayarannya melebihi satu peeiode maka harus dicatat sbagai KDP. setiap item BMN harus dibuat perolehan KDP-nya dengan nilai proporsional.
      dalam hal MAK tidak sesuai dengan aset yg dihasilkan maka MAK dapat diabaikan namun harus diungkapkan pada laporan keuangan

      • ardhi
        25/11/2013 pukul 09:02 | #190

        Jika penyelesaiannya dalam 1 tahun anggaran dan pembayarannya 3 kali dalam 1 tahun anggaran tersebut, Pencatatannya gimana? terima kasih.

      • 27/11/2013 pukul 21:52 | #191

        Pembayaran pertama direkam di menu “Perolehan KDP” Pembayaran kedua dan ketiga di menu “Pengembangan KDP”. Setelah selesai seluruh pembayaran maka Aset Definitif direkam di “Transaksi BMN >> Penyelesaian Pembangunan >> Penyelesaian dengan KDP”

  79. mardhiah
    18/09/2013 pukul 11:51 | #192

    bagaimana cara penginputan atas reklasifikasi masuk? untuk tanggal perolehan mengacu tanggal perolehan pertama kali aset tersebut diperoleh atau tanggal dasar pencatatan??

    • mardhiah
      18/09/2013 pukul 13:01 | #193

      apa yang harus dilakukan kalau panda tahun 2012 kita melakukan transaksi reklasifikasi masuk tapi salah dlm penginputan tanggal/tahun perolehan shy PD penyusutan th 2013 nilai penyusutan mjd rancu. teimakasih

      • 27/09/2013 pukul 07:13 | #194

        Tanggal Buku dimasukkan saat kita merekam, sedangkan tanggal perolehan sesuai dengan perolehan awalnya.
        Lakukan koreksi pencatatan dengan memperbaiki tahun perolehan, nilai penyusutan memang berpengaruh terhadap tahun perolehan karena berhubungan dengan masa manfaat aset tsb digunakan.

  80. jensmoderat
    18/09/2013 pukul 11:43 | #195

    saya memiliki beberapa permasalahan, mohon bantuannya dari bang admin dan sahabat semua :
    1. setelah dilakukan opname fisik BMN di tempat kerja saya, ada beberapa barang yang hilang/tidak ditemukan. Bagaimana menindak lanjuti barang yang hilang/tdk ditemukan tersebut?
    2. Dalam aplikasi simak13 ada menu usulan barang hilang ke pengelola, apakah daftar barang yang telah diinfut melalui menu traksaksi tersebut harus di infut pula di transaksi penghentian BMN dari penggunaan?
    sekali lagi saya mohon pencerahannnya….

    • 27/09/2013 pukul 07:17 | #196

      Dihapuskan dengan berpedoman pada PMK 96/PMK.06/2007
      Silahkan dihentikan dari penggunaan

      • jensmoderat
        01/01/2014 pukul 18:57 | #197

        jadi langsung di infut d transaksi penghentian bmn dari penggunaan? gak usah di infut d transaksi usulan barang hilang ke pengelola?

  81. debby
    11/09/2013 pukul 14:21 | #198

    mohon bantuannya, apa perbedaan antara kdp dg kdp langsung?skalian ksih cth jg ya pak..trims.

    • 27/09/2013 pukul 07:21 | #199

      Kami belum mendapat informasi tentang menu ini.
      Untuk sementara dalam diskusi yg kami lakukan sbb:
      pembangunan gedung yang dilakukan dengan pembayaran lebih dari satu periode laporan menggunakan menu KDP, sedangan pembangunan gedung dengan satu periode laporan menggunakan KDP Langsung.

      Mohon sharing teman2 yang lebih tau tentang menu ini….

  82. stefanus
    11/09/2013 pukul 08:01 | #200

    bagaimana menginput Simak BMN jika biaya administrasi dalam belanja barang modal tersebut tergabung dalam biaya kontrak dan sp2d sehingga harga barang tidak sama dengan spm/sp2d

  83. Agus Priyono
    06/09/2013 pukul 15:12 | #203

    Ass Pa, mau tanya, jika ada biaya pengadaan pengurusan perizinan siaran radio yang menggunakan MAK belanja modal, bagaimana pencatatan dalam SIMAK BMN nya? apakah MAK nya perlu direvisi atau tidak?

    • 27/09/2013 pukul 07:25 | #204

      Apakah perizinan siaran radio pada kantor Saudara/i merupakan belanja modal?
      Jika tidak sebaiknya lakukan revisi

  84. Harlinna
    05/09/2013 pukul 08:15 | #206

    Mohon bantuannya.. Satker kami mempunyai barang Idle berupa 1 buah bangunan zitting plaat yang sudah rusak berat, sehingga kami berencana untuk menyerahkanny ke satker lain (msh dlm satu instansi). Namun fungsi barang idle tersebut akan di rubah, dari zitting plaat menjadi rumah dinas. Pertanyaannya: (1) bagaimana cara input transfer keluar tsb di simak13 dr satker pemberi?; (2) Apa saja kelengkapan pendukug, selain BAST dan file ADK?; (3) Apakah perubahan fungsi BMN tsb diperbolehkn? Terimakasih

    • 06/09/2013 pukul 01:17 | #207

      Perubahan fungsi dapat dilakukan namun penetapan untuk Rumah Negara Golongan I atau II ditetapkan oleh Pengguna Barang, dan Penetapan Golongan III ada di Kementerian PU.
      Silahkan lakukan pengurusan perubahan fungsi bangunan tersebut terlebih dahulu.

  85. Riky
    23/08/2013 pukul 10:29 | #208

    Selamat pagi.
    Dikantor saya ada kegiatan pengadaan partisi ruang kerja (112,6m2) Pagu Rp. 65.308.000,- menggunakan MAK 533121 (Belanja Modal Penambah Nilai Bangunan). Kegiatan ini mengganti partisi kantor yang sudah ada sekarang ini (dengan luas 96m2) yang menggunakan triplek diganti dengan gypsum.
    Bagaimanakah proses terhadap BMNnya…???
    Terima kasih.

    • 23/08/2013 pukul 13:55 | #209

      Nilai belanja modal tersebut menjadi penambah nilai bangunan

      • asw
        26/08/2013 pukul 14:14 | #210

        selamat sore , bgaman cara mengganti logo lambang instansi untuk pencetakan label…
        termiakasih..

      • 26/08/2013 pukul 20:05 | #211

        Buka Aplikasi SimakBMN masukkan
        User: admin
        Password: admin

        Klik Menu “Utility >> Setup Logo”

  86. 20/08/2013 pukul 13:50 | #212

    Mohon bantuannya, di Aplikasi SIMAK BMN 2013 ketika saya melakukan input Penghapusan BMN melalui menu Penghapusan, massage box mengatakan perekaman telah berhasil. Tapi kenapa dijendela penghapusan tidak muncul item barang yang telah diinput tadi? mohon pencerahannya.. Terima Kasih

    • 20/08/2013 pukul 17:05 | #213

      Coba backup aplikasi SIMAK kemudian coba restore lagi hasil backupannya.

  87. Bintang
    20/08/2013 pukul 08:48 | #214

    Maaf, saya mau bertanya,
    1. Pada satker saya ada sejumlah Rumah Negara yang bukan milik satker saya (milik Pemda) tapi pemanfaatannya oleh satker saya, tidak ada dokumen pendukung yang jelas apakah itu pinjam pakai atau hibah, lantas, apa yang harus saya lakukan terhadap hal tersebut? Rumah Negara tersebut tidak tercatat pada SIMAK BMN satker saya, atasan saya meminta untuk memasukkannya pada aplikasi SIMAK dengan sub menu “Barang Pihak Ketiga”, apakah dapat diterima?
    2. Akibat sertifikasi ulang atas tanah negara pada satker saya, terjadi pemecahan sertifikat atas tanah dimaksud yang sebelumnya 1 sertifikat sekarang menjadi 2 sertifikat dengan akumulasi besaran luas yang sama. contoh : sertifikat lama : 800 m, sertifikat baru : sertifikat (1) : 400 m sertifikat (2) : 400 m, apa yang harus saya lakukan? perlu dibuat KIB barukah?
    Mohon pencerahannya. Terimakasih

    • 20/08/2013 pukul 09:57 | #215

      Dapat diterima, silahkan lakukan seperti arahan pimpinan Saudara.

      Karena sekarang dokumen kepemilikan ada 2 (dua) buah maka aset berupa tanah pada Satker Saudara harus bertambah satu, lakukan perubahan kuantitas dan nilai tanah dimaksud (Transaksi BMN >> Perubahan BMN >> Koreksi Perubahan Kuantitas/Nilai), kemudian tambahkan satu aset berupa tanah (Transaksi BMN >> Perolehan BMN >> Perolehan Lainnya).

  88. dwi
    19/08/2013 pukul 07:52 | #216

    Daftar barang yg masuk KIB sama DBL apa kategorinya?mohon bantuannya, saya baru pake SIMAK Kemkeu yg sebelumnya SIMAK Kemhan, mksh

    • Agus Priyono
      01/10/2013 pukul 11:29 | #217

      KIB kepanjangan dari Kartu Identitas Barang merupakan rincian dari data yang kita bukukan baik itu berupa Tanah, gedung dan bangunan ataupun peralatan dan mesin. Atau bisa juga disebut rincian (penjelasan) dari BMN tersebut. (Tanah, gedung bangunan dan alsin). Sedangkan DBL kepanjangan dari Daftar Barang Lainnya contohnya antara lain tiang bendera (tidak memerlukan penjelasan rinci). Jadi KIB=rincian/detail/penjelasan dari BMN yang dibukukan sedangkan DBL=barang-barang yang berada selain dalam ruangan.

      Contoh KIB antara lain: Tanah, gedung, kendaraan baik roda 2 maupun 4

      Mudah-mudahan tidak menambah bingung dan mohon koreksi jika ada kesalahan.

      • 01/10/2013 pukul 18:54 | #218

        Makasih mas Agus atas jawabannya, semoga bisa memberi informasi kepada teman-teman semuanya.

  89. 14/08/2013 pukul 08:57 | #219

    Mohon petunjuk. Di satker kami mendapat transfer masuk berupa tabung pemadam kebakaran dari polda. saya ijin bertanya bagaimana cara input transfer masuk tsb di simak13, karena ada permintaan adk transfernya. dan bagaimana cara inputnya? terimakasih sebelumnya.

    • 15/08/2013 pukul 11:03 | #220

      Berbeda dengan Aplikasi SimakBMN yang lalu maka mulai saat ini selain Berita Acara Serah terima barang maka minta juga ADK dari pemberi barang tersebut. Sebagai pembelajaran coba buka menu yang diakses oleh pemberi ketika mereka melakukan transfer ke satker saudara “Transaksi BMN >> Penghapusan >> Transfer Keluar”, disitu akan ada fasilitas pengiriman data ke Satker penerima

  90. Taufik
    13/08/2013 pukul 16:08 | #221

    Saya kesulitan instal SIMAK 13. Mohon info tahapan install SIMAK 13 ke window 64bit, karena saya sudah coba berkali2 tidak bisa masuk. Saya sudah coba instal ke window 32 bit, dan sukses, tapi saat dicoba ke 64 bit tidak bisa. terima kasih.

    • 15/08/2013 pukul 10:41 | #222

      Instal kembali database SimakBMN 2013, perhatikan folder tujuan saat melakukan instalasi.
      Ganti “C:\program files (X64)“
      menjadi
      “C:\program files”

  91. 01/08/2013 pukul 09:22 | #223

    Mohon pencerahannya. Di satker kami mendapat transfer masuk berupa rice steamer dari sekjen. Yang saya tanyakan bagaimana cara input transfer masuk tsb di simak13,karena ada permintaan adk transfernya. Yang dimaksud adk transfer itu dr yang mengirim barang atau bgmn? Maksih sebelumnya.

    • 15/08/2013 pukul 10:50 | #224

      Berbeda dengan Aplikasi SimakBMN yang lalu maka mulai saat ini selain Berita Acara Serah terima barang maka minta juga ADK dari pemberi barang tersebut.

      Sebagai pembelajaran coba buka menu yang diakses oleh sekjen ketika mereka melakukan transfer ke satker saudara “Transaksi BMN >> Penghapusan >> Transfer Keluar”, disitu akan ada fasilitas pengiriman data ke Satker penerima..

  92. nurina
    31/07/2013 pukul 16:31 | #225

    mau tanya mas, ada pengadaan 1 paket cctv terdiri dari 20 camera, 2 reserver, dan 3 televisi, harganya seluruh barang tersebut jadi 1 total 100 jt. utk input data di SIMAK, apa harus dipisah per item atau satu paket saja? rincian jumlah barang dan harganya ada, tapi disitu termasuk biaya pemasangan, dll juga. terima kasih

    • 31/07/2013 pukul 18:00 | #226

      Jika memungkinkan, sebaiknya aset tersebut direkam setiap itemnya.
      Mengenai harga barang silahkan mengalokasikan biaya-biaya dimaksud secara proporsional.

  93. Riky
    24/07/2013 pukul 11:21 | #227

    Selamat Siang..
    Mohon petunjuknya, sebelumnya telah melaksankan rekonsiliasi semester I di KPKNL Batam kemudian keluarlah BAR dari kpknl batam. setelah itu Operator BMN Wilayah melaksanakan rekonsiliasi Eselon I. Namun hasil dari rekonsiliasi eselon I ada perubahan yaitu hasil normalisasi di input ke saldo awal peralatan dan mesin sehingga saldo peralatan dan mesin pada BAR rekonsiliasi KPKNL berbeda dengan BAR wilayah yang telah rekonsiliasi eselon I. Apakah harus rekon ulang di KPKNL batam…?? klw rekonsiliasi ulang apakah administrasinya sama dengan rekonsiliasi semester I…???

    • 24/07/2013 pukul 20:38 | #228

      Silahkan melakukan rekonsiliasi lagi, kelengkapan seperti pelaksanaan rekonsiliasi semester kemarin ditambah surat permohonan rekonsiliasi ulang disertai alasan dan perubahan yang terjadi.

  94. zulha
    22/07/2013 pukul 12:28 | #229

    Selamat siang, kode barang di aplikasi persediaan untuk barang yg akan diserahkan kepada masyarakat berapa ya? mohon bantuannya. terima kasih

    • 22/07/2013 pukul 21:35 | #230

      1010501001 = Pita Cukai, Materai, Leges
      1010501002 = Tanah dan Bangunan
      1010501003 = Hewan dan Tanaman
      1010501004 = Peralatan dan Mesin
      1010501005 = Jalan, Irigasi, dan Jaringan
      1010501006 = Aset Tetap Lainnya
      1010501007 = Aset Lain-lain
      1010501008 = Barang Persediaan

  95. 19/07/2013 pukul 17:17 | #231

    mohon bantuan nya, saya lagi ngambil tugas akhir masalah tetang pengelolaan bmn, saya ,,mau nanya maksud dari barang intrakomptabel yang memenuhi syarat maksudnya apa yang dan sebalik ekstrakomptabel

    • 21/07/2013 pukul 11:08 | #232

      Silahkan baca Peraturan Menteri Keuangan nomor 120 tahun 2007 tentang penatausahaan BMN, mungkin bisa menambah referensi tentang BMN. Berikut sedikit dikutip dari PMK tersebut:

      Penentuan nilai kapitalisasi dalam pembukuan BMN mengacu pada Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan ini.

      Penerapan kapitalisasi dalam pembukuan BMN, mengakibatkan Buku Barang dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:

      Buku Barang Intrakomptabel, mencakup BMN berupa aset tetap yang memenuhi kriteria kapitalisasi dan seluruh BMN yang diperoleh sebelum berlakunya kebijakan kapitalisasi, dan BMN yang diperoleh melalui transaksi Transfer Masuk/Penerimaan dari pertukaran/ pengalihan masuk serta BMN yang dipindahbukukan dari Buku Barang Ekstrakomptabel pada saat nilai akumulasi biaya perolehan dan nilai pengembangannya telah mencapai batas minimum kapitalisasi.

      Buku Barang Ekstrakomptabel, mencakup BMN berupa aset tetap yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi.

  96. sat
    18/07/2013 pukul 22:55 | #233

    pak saya mau nanya apabila ada tanah pihak ketiga sudah diinput kedalam aplikasi simak-bmn dan dekumen apa yang diperlukan untuk menghapus data tanah pihak ketiga itu dalam aplikasi simak bmn dan transaksi apa yang digunakan mohon bantuanya

    • 21/07/2013 pukul 17:25 | #234

      Jika kita mengartikan langsung defenisi Penghapusan pada Peraturan Menteri Keuangan nomor : 96/PMK.06/2007, Penghapusan berarti Menghapuskan dari Laporan dengan Surat Keputusan pejabat yang berwenang dengan persetujuan Pengelola Barang.
      Mohon dikonsultasikan ke KPKNL tempat Saudara menyampaikan Laporan BMN, terkadang ada kebijakan berdasarkan kondisi dilapangan.

  97. sat
    18/07/2013 pukul 22:54 | #235

    pak saya mau nanya apabila ada tanah pihak ketiga sudah diinput kedalam aplikasi simak-bmn dan dekumen apa yang diperlukan untuk menghapus data tanah pihak ketiga itu dalam aplikasi simak bmn

  98. 13/07/2013 pukul 14:09 | #236

    pak, saya mo tanya tentang normalisasi,
    saya telah melakukan migrasi tapi pada laporan normalisasi ada beberapa barang yang ternormalisasi namun nilainya bukan menjadi Rp.0,- melainkan menjadi minus misal Rp,-200.000,-
    Barang tersebut pada simak 2010 telah dihentikan penggunaannya dan oleh aplikasi migrasi dipindahkan kembali ke peralatan dan mesin dengan nilai minus,
    Menurut petunjuk pada buku manual SIMAK 13 barang yang dinormalisasikan harus diinput ulang namun saya tidak berani menginputnya karena aplikasi migrasi tidak menghapusnya tetapi hanya memindahkannya kembali ke akun peralatan dan mesin.
    Masalah kembali timbul ketika delakukan penyusutan reguler semesteran, setelah disusutkan nilai barang yang minus tadi ikut disusutkan dan nilai bukunya menjadi Rp.-400.000,- sedangkan pada akun aset tetap yang dihentikan total nilainya ikut menjadi minus.
    mohon bantuan bapak agar saya dapat menyelesaikan masalah ini.
    terima kasih

  99. jensmoderat
    09/07/2013 pukul 19:31 | #242

    owh ya maaf bang admin setelah saya searching di google, ternyata ada 2 istilah untuk alat pengukur jarak tersebut…. 1. Range finder (di simak bmn kodenya 3.11.01.02.009=range finder(ukur/instrument), 2. Distance meter digital (di simak kodenya 3.11.01.02.016=distance meter electronic). terus saya harus pilih yang mana untuk alat pengukur jarak ini? apa perbedaan kedua barang tersebut? mohon pencerahannya…..

    • 10/07/2013 pukul 14:33 | #243

      Kalau ditanya perbedaan satu persatu Barang yang terdapat pada PMK-29, jujur aja agak berat tuh. perhatikan saja fungsi, peruntukan, bentuk dan lain-lain yang mendekati.
      Coba kita perhatikan Golongan, Bidang, Kelompok, Sub Kelompok dan Sub-sub Kelompok dibawah ini:
      3 = Peralatan dan Mesin
      11 = Alat Eksplorasi
      01 = Alat Eksplorasi Topografi
      02 = Ukur/Instrument
      009 =range finder(ukur/instrument), 016 = distance meter electronic

      Kalau memang alat ukur tersebut memang digunakan untuk Alat Eksplorasi Topografi maka silahkan pilih yang sesuai dengan fungsi, peruntukan dan bentuk aset tersebut…

      • jensmoderat
        11/07/2013 pukul 04:39 | #244

        terima kasih pak…. satu lagi mas, klo komputer tablet, di simak referensi nya apa?

      • 11/07/2013 pukul 19:57 | #245

        Mungkin jensmoderat bisa menampilkan photonya dan menyebutkan fungsi dan peruntukannnya, semoga admin bisa memberikan kodefikasi yang tepat…

      • jensmoderat
      • 13/07/2013 pukul 14:53 | #247

        Keren juga kantor kementerian agama beli tablet sa***ng, apa sebenarnya fungsi tablet tersebut?

        Untuk menelpon, untuk edit dokumen, atau sebagai alat navigasi…

        Jangan terjebak dengan Bidang 10 (komputer) hanya karena fisiknya seperti komputer tablet, karena ada kemungkinan masuk Bidang 06 (alat studio, komunikasi dan pemancar).

        Ada teman yang sudah memiliki BMN berupa galaxy tab 7″, mohon sharing pengalaman…

      • jensmoderat
        13/07/2013 pukul 20:54 | #248

        saya juga bingung bang admin….. kegunaannya buat apa…. yg saya tahu tablet tersebut tidk bisa d pke nlpon….

      • 13/07/2013 pukul 21:42 | #249

        Cukup sulit memberikan saran atas BMN yang fungsi dan peruntukannya sendiri belum diketahui, mungkin perlu ditelusuri kebutuhan apa yang mendasari sehingga alat tersebut dianggarkan dalam DIPA.

        Setau Admin Galaxy Tab 2 (Link diatas) dapat digunakan untuk Video Call (Gtalk, Skype dan Fring), Peta Navigasi (Google Map, Navitel, dan Sygic), dan lain-lain, termasuk Main Game Walaupun hanya menggunakan jalur WIFI :)

        Galaxy Tab tersebut merupakan transformasi alat komunikasi seluler yang berkembang menjadi alat komunikasi sosial, kemudian alat tersebut diselipkan fitur camera dan GPS. (Sok Tau Mode On)

        Untuk SEMENTARA aset tersebut bisa saja dicatat dengan kode 3060201999 (Alat Komunikasi Telephone Lainnya) atau 3060299999 (Alat Komunikasi Lainnya), nanti dapat dilakukan Reklasifikasi Keluar/Masuk jika Jensmoderat telah menemukan Kode Barang yang tepat.

      • jensmoderat
        16/07/2013 pukul 21:33 | #250

        kemaren itu saya masukan ke kodefikasi mini komputer bang….. karena saya dulu infut nya bingung bgt….

      • 17/07/2013 pukul 00:28 | #251

        Jika kita belum mengetahui secara pasti kode barang yang akan direkam, ada baiknya kita memasukkan barang tersebut pada kode …………….lainnya.

        Admin tidak mengetahui tentang perangkat komputer, tetapi mungkin tulisan di bawah ini bisa menjelaskan sedikit tentang mini komputer

        http://rockz-underground.blogspot.com/2010/03/mini-komputer.html

  100. jensmoderat
    09/07/2013 pukul 18:20 | #252

    maaf ni bang admin… setelah saya tanya ke orang yang membeli nya katanya “infra red dispen” itu adalah alat untuk mengukur jarak. saya bingung referensi barang nya di simak apa?

  101. jensmoderat
    08/07/2013 pukul 11:40 | #253

    alat pengukur ketebalan dinding (infra red dispen) di simak referensi nya apa? tolong mas.

    • 08/07/2013 pukul 20:28 | #254

      Untuk sementara bisa menggunakan kode “3030309999 = Alat Ukur Lainnya”, trus pada saat melakukan perekaman data aset pada aplikasi Simak-BMN sebaiknya tuliskan uraian aset tersebut pada isian “keterangan”

      • jensmoderat
        08/07/2013 pukul 21:54 | #255

        di simak kan ada referensi “optocal Teknis Gange (pengukur tebal dinding)”, dan ada juga “pengukur ketebalan dinding”. Ko gak pake salah satu dari yang itu aza mas?? mohon pencerahannya mas admin.

      • 09/07/2013 pukul 05:26 | #256

        Sepertinya jensmoderat sudah menemukan kode yang tepat, silahkan memperhatikan kode Golongan, Bidang, Kelompok, Sub Kelompok dan Sub-sub Kelompok.
        Pilih saja yang sesuai dengan fungsinya. Terima kasih

  102. nurina
    05/07/2013 pukul 04:49 | #257

    mau tanya yang bisa dikategorikan ke dalam “bangunan gedung kantor lainnya” itu yang seperti apa ya? dalam data kami,oleh petugas lama, ada gedung kantor tapi tercatat bukan dalam “bangunan gedung kantor permanen” tetapi jadi ” bangunan gedung kantor lainnya”.setelah di cek di BAST gedung, tercatat judul bangunan adalah Gedung Kantor dan Laboratorium.
    Apakah perlu dilakukan reklasifikasi keluar dan masuk untuk gedung kami tersebut?
    terrima kasih

    • 05/07/2013 pukul 21:47 | #258

      Untuk Bangunan Gedung Kantor yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai “Gedung Kantor Permanen”, “Gedung Kantor Semi Permanen”, dan “Gedung Kantor Darurat”

      silahkan melakukan reklasifikasi, buatkan surat keterangan dari kuasa pengguna barang

  103. jensmoderat
    04/07/2013 pukul 09:36 | #259

    Kami adalah satker kemenag kabupaten. pada tahun 2010 berdiri 3 madrasah yang merupakan satker baru. pada tahun 2010 tsb ada belanja modal untuk 3 satker baru tsb yang ada DIPA satker kabupaten. kemudian belanja modal tsb kami infut dikarenakan 3 satker baru tersebut belum siap dan belum punya kode satker. pada tahun 2011 belanja modal tsb di infut di satker 3 satker baru tadi, melalui transaksi transfer masuk, padahal di satker kami belum dilakukan transfer keluar sampai saat ini, sehingga kami barang2 tsb terdaftar di satker kami dan satker madrasah tersebut. selanjutnya pada tahun ini 2013 barang2 tersebut akan kami keluarkan melalui transfer keluar, trus apa yang harus dilakukan satker madrasah tersebut, karena brng yg kami transfer sudah mereka infut di tahun 2011, hanya dg rincian barang dan harga yang tidak sama.

    • Bekspes
      05/07/2013 pukul 01:14 | #260

      saran admin, kepala satker madrasah membuat surat keterangan atas kekeliruan pencatatan sebelumnya kemudian aset tersebut dikeluarkan menggunakan menu Transaksi BMN>> Penghapusan >> koreksi pencatatan. kemudian satker merekam kembali aset tersebut berdasarkan berita acara serah yang dibuat kantor kemenag kabupaten menggunakan transfer masuk

      • jensmoderat
        06/07/2013 pukul 12:27 | #261

        jadi langsung dikeluarkan melalui koreksi pencatatan, kemudian direkam ulang melalui menu transfer masuk? bukan dengan menu reklasifikasi keluar dan masuk?

      • 06/07/2013 pukul 13:03 | #262

        Reklasifikasi masuk dan keluar digunakan untuk mengkoreksi kekeliruan pencatatan aset misal tercatat mobil tp seharusnya motor dan nilai total tidak berubah.

  104. Sri
    02/07/2013 pukul 13:09 | #263

    Selamat siang
    Mau tanya mas, kalo belanja modal dibawah nilai kapitalisasi bagaimana perlakuannya? dan bagaimana perlakuan untuk aplikasi SIMAK dan SAKPAnya? Mohon pencerahan. Terimakasih

    • 02/07/2013 pukul 22:30 | #264

      Buletin Teknis SAP 04 tentang Penyajian dan Pengungkapan belanja Pemerintah menyebutkan “Belanja Barang dan Jasa merupakan pengeluaran yang antara lain dilakukan untuk membiayai keperluan kantor sehari-hari, pengadaan barang yang habis pakai seperti alat tulis kantor, pengadaan/penggantian inventaris kantor, langganan daya dan jasa, lain-lain pengeluaran untuk membiayai pekerjaan yang bersifat non-fisik dan secara langsung menunjang tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga, pengadaan inventaris kantor yang nilainya tidak memenuhi syarat nilai kapitalisasi minimum yang diatur oleh pemerintah pusat/daerah dan pengeluaran jasa non-fisik seperti pengeluaran untuk biaya pelatihan dan penelitian.”

      kalau dilihat dari pernyataan di atas, belanja inventaris kantor yang tidak memenuhi nilai kapitalisasi seharusnya dianggarkan menggunakan Belanja Barang.

      Silahkan direkam barang tersebut pada aplikasi SimakBMN kemudian lakukan pengiriman ke Aplikasi SAKPA, jika perlu tambahkan informasi hal tersebut pada catatan lain-lain di BAR Internal, CRBMN dan CaLK.

      • Sri
        03/07/2013 pukul 13:29 | #265

        Maaf mas, belanja modal yang saya maksud disini adalah belanja modal gedung dan bangunan transaksinya penambahan daya listrik. Apakah harus diinput dalam SIMAK? Bila “ya”, pada menu apa? Bila “tidak”, pada aplikasi SAKPA nya tentu tejadi selisih “gedung dan bangunan yang belum disesuaikan”, apa yang harus saya lakukan? Mohon penjelasannya lebih lanjut… dan, maaf, satu lagi pertanyaan, pada aplikasi BMNKPB13 saat telah dilakukan penyusutan (reguler) per periode, maka transaksi sebelumnya tidak bisa diubah lagi kan? saya salah input kelompok belanja SP2D (yang seharusnya 532 saya input 523) pada transaksi pembelian, karena transaksi tersebut tidak dapat diubah lagi, diperkenankankah saya apabila melakukan hapus data, akan berpengaruhkah pada nilai akumulasi penyusutannya?
        Terimakasih.

      • Sri
        03/07/2013 pukul 16:09 | #266

        hahaha..maaf mas, saya ga teliti, ternyata ada menu batal penyusutan, pertanyaan kedua saya batalkan ya..

      • 03/07/2013 pukul 21:59 | #267

        Berapa nilai belanjanya???

      • Sri
        05/07/2013 pukul 10:05 | #268

        Rp. 8.300.000, sekalian saya nanya lagi ya mas, 1. Sub Menu “Barang Pihak Ketiga” pada Menu Transaksi BMN, ditujukan untuk jenis transaksi yang seperti apa, mohon penjelasannya. 2. Perubahan (kurang) ukuran luas tanah akibat sertifikasi (pengukuran ulang) contoh : sebelumnya 1000 m2 menjadi 800 m2, pada aplikasi SIMAK menggunakan Menu & Sub menu apa? 3. Sub Menu Pengurangan pada Menu Perubahan BMN (Transaksi BMN) ditujukan untuk jenis transaksi seperti apa? 4. Untuk barang dengan nilai tidak wajar yang tidak ternormalisasi bagaimana? Terimakasih

      • 06/07/2013 pukul 19:12 | #269

        Sepertinya admin mulai terpikir untuk membahas khusus mengenai belanja pemerintah namun sepertinya teman-teman di jajaran Ditjen. Perbendaharaan mempunyai kapasitas mumpuni untuk menjelaskan hal tersebut.

        Disini Admin mengutip Bultek SAP – 04 “Di samping belanja modal untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya, belanja untuk pengeluaran-pengeluaran sesudah perolehan aset tetap atau aset lainnya dapat juga dimasukkan sebagai Belanja Modal. Pengeluaran tersebut dapat dikategorikan sebagai Belanja Modal jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
        1) Pengeluaran tersebut mengakibatkan bertambahnya masa manfaat, kapasitas, kualitas dan volume aset yang telah dimiliki
        2) Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimal nilai kapitalisasi aset tetap/aset lainnya”

        Memperhatikan hal tersebut diatas dan berdasarkan prinsip pencatatan akuntansi yang menganut prinsip substansi menggungguli bentuk (substance over form) maka admin mengatakan nilai tersebut tidak menambah nilai bangunan namun harus dicatat pada Catatan atas Laporan Keuangan.

      • 06/07/2013 pukul 19:35 | #270

        1. Barang Pihak Ketiga, barang titipan yang bukan BMN, misal ada tetangga menitipkan Televisi
        2. Pahami nomor 3 dibawah ini.
        3. Dari bahasanya saja mungkin dapat kita simpulkan bahwa “Koreksi Perubahan Nilai/ Kuantitas” merupakan menu yang dipakai jika terjadi kekeliruan pencatatan oleh Satker. Sedangkan “Pengurangan” merupakan menu untuk kuantitas BMN yang benar-benar berkurang.
        4. Seharusnya aset yang dinormalisasi akan dihilangkan dari laporan, sehingga satuan kerja diminta melakukan verifikasi dan membuat sebuah surat yang menyatakan keberadaan aset tersebut kemudian melakukan perekaman ulang pada menu “Saldo Awal”. Namun admin menyarankan konsultasikan daftar Transaksi Normalisasi tersebut dengan KPKNL setempat.

      • Sri
        22/07/2013 pukul 12:28 | #271

        oke mas, terimakasih atas segala pencerahannya.

  105. bernard
    01/07/2013 pukul 17:16 | #272

    selamat sore
    saya dari instansi bmkg, kami mencoba melakukan rekon internal sakpa-simak. setelah dicek pada rekon saldo awal dan spm sdh sama.
    namun, pada rekon periode berjalan terdapat tdk sama pada bulan januari dan juni.
    pada bulan januari muncul tdk sama pada akun Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi pemerintahan (pada SAK bernilai 0). lalu pada rekon bulan juni muncul tdk sama kembali pada Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi pemerintahan (pada SAK bernilai 0) dan muncul peralatan dan mesin sblm disesuaikan dan gdg dan bangunan sblm disesuaikan.
    mohon infonya bagaimana menghadapi kondisi ini.
    Terima kasih.

    • 01/07/2013 pukul 19:43 | #273

      Hampir semua Satker yang admin temui memang ada selisih Rekonsiliasi Periode Berjalan pada Akun “Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi pemerintahan” pada bulan Januari dan Juni karena penyusutan aset dibukukan pada bulan tersebut, namun jika diperhatikan ternyata nilai penyusutannya sudah tercantum di Neraca SAKPA. Admin belum dapat menemui penyebab perbedaan tersebut karena BAS sudah ada di Aplikasi SAKPA dan Jurnal tersebut juga sudah ada di ADK Pengiriman SIMAKBMN. Informasi yg admin terima dari petugas KPKNL Batam, hal tersebut tidak menjadi hambatan pada saat pelaksanaan rekonsiliasi BMN.

      Munculnya Akun “……. belum disesuaikan”, coba periksa kembali Rupiah dan MAK SP2D pada saat melakukan perekaman data BMN di transaksi Pembelian trus jangan lupa melakukan Posting setelah penerimaan data pada Aplikasi SAKPA.

  106. 29/06/2013 pukul 14:37 | #274

    satker kami mengalami kendala waktu penginputan belanja modal berupa barang pada aplikasi SIMAK dari dokumen sumber, nilai pengadaan barang sebesar Rp. 49.200.000,-
    ketika kami mengajukan SPM ke KPPN, petugas KPPN mengatakan kalu belanja modal perlatan dan mesin harus ada jangka waktu pemeliharaan, kemudian kami merubah SPM yang sebelumnya 100% menjadi 95% dimana 5% untuk pemeliharaan, ketika menginput barang yang di beli (meja, kursi dan lemari) kami mengalami kendala penginputan harga karena pada dokumen SP2D hanya 95% dari nilai kontrak sebesar Rp. 46.740.000,- sehingga terjadi selisih harga, mohon pencerahannya pak karena setahu sy data sitem seperti itu berlaku pada konstruksi bangunan, langkah apa yang harus kami lakukan agar penginputan barang2 tersebut?

    • 30/06/2013 pukul 12:16 | #275

      Sesuai dengan paragraf 15 PSAP 08, suatu KDP akan dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan dan konstruksi tersebut telah dapat memberikan manfaat/jasa sesuai tujuan perolehan. Dokumen sumber untuk pengakuan penyelesaian suatu KDP adalah Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP). Dengan demikian, apabila atas suatu KDP telah diterbitkan BAPP, berarti pembangunan tersebut telah selesai. Selanjutnya, aset tetap definitif sudah dapat diakui dengan cara memindahkan KDP tersebut ke akun aset tetap yang bersangkutan.
      Namun jika kita perhatikan contoh Jurnal mengenai pencatatan KDP pada Buletin Teknis 09 – Akuntansi Aset Tetap, KDP tersebut dicatat sebagai Aset Defenitifnya setelah pembayaran Retensi diselesaikan.
      Agak sedikit ada perbedaan namun berdasarkan pertimbangan pribadi admin sebaiknya KDP diakui setelah pembayaran retensi diselesaikan namun hal ini harap dijelaskan dalam CaLK, pertimbangan admin dikarenakan Retensi menjadi masalah seperti pertanyaan Saudara dan bila dicatat sebagai pengembangan Aset Defenitif juga jadi kendala apabila nilai reterensi tersebut tidak memenuhi syarat kapitalisasi.
      Namun semua tergantung sudut pandang auditor dalam melakukan audit.
      Semoga penjelasan ini dapat membuka sedikit pemahaman mengenai pencatatan KDP, terima kasih.

  107. jensmoderat
    29/06/2013 pukul 08:07 | #276

    oke terima kasih

  108. jensmoderat
    28/06/2013 pukul 21:13 | #277

    satker saya menolgalami kesalahan infut BMN pada tahun 2010. Apakah Boleh di betulkan pada tahun 2013?
    Rincian kesalahannya adalah Sbb:
    1. Terdapat Kesalahan Pengklasifikasian dan kodefikasi BMN karena proses Migrasi 2008 (sebelumnya komputer berubah menjadi Monografi setelah Migrasi) muntuk 32 unit Komputer dengan nilai satuan Rp. 6.925.000,- (Monografi NUP 1-32, seharusnya P.c Unit.).
    2. Terdapat Kelebihan pencatatan BMN untuk Transaksi pembelian Tahun (1 buah Monografi, NUP 33) (seharusnya tidak ada).
    3. Terdapat kelebihan Pencatatan nilai untuk Transaksi pembelian Tahun 2010 1 Unit Pacsimile (NUP 4) dengan (Nilai Rp. 2.250.000,- seharusnya 2.200.000,-).
    4. Terdapat Kekurangan pencatatan kuantitas BMN untuk transaksi pembelian Tahun 2010 white board dengan No SP2D XXXXXX(Tercatat 1 buah NUP 1, seharusnya 6 buah, dengan nilai satuan Rp. 200.000,-).
    5. Terdapat Kelebihan Pencatatan kuantitas BMN untuk transaksi pembelian Tahun 2010 dengan No SP2D YYYYY White Board (NUP 6-9)
    6. Terdapat Kesalahan Pencatatan Nilai BMN untuk transaksi pembeliaan 1 unit Alat Musik Modern/Band (NUP 2) (Nilai barang 20.000.000,- seharusnya Rp. 21.000.000,-).

    • 28/06/2013 pukul 23:37 | #278

      setiap perubahan pada laporan haruslah berdasarkan dokumen pendukung, buat sebuah surat pernyataan darinkepala satker yg menyebutkan perubahan2 tersebut. surat pernyataan tersebut harus jelas isinya dan baiknya melampirkan dokumen2 pendukung seperti SPM/SP2D beserta BAST barang tersebut.
      lakukan perubahan sesuai menu yg ada disimak seperti reklasifikasi keluar/masuk, perubahan kuantitas dan nilai, dll.

      • jensmoderat
        29/06/2013 pukul 01:05 | #279

        bagaimana untuk kasus no.4 dan 5. bagaimana cara merubah nya? di simak sudah tercatat 9 white board dengan rincian nup 1-1 (seharusnya 6 buah) sp2d xxx sementaranup 2-9 (seharusnya 4) untuk sp2d yyy. jumlah seharusnya 10. apakah bisa hanya dengan menambahkan 1 unit white board (nup 10). sehingga jumlah nya menjadi 10.

      • 29/06/2013 pukul 02:17 | #280

        Sesuaikan dengan riil dilapangan, baik kuantitas maupun nilai per itemnya. gunakan menu saldo awal untuk melakukan perekaman data yg kurang catat dan gunakan menu perubahan kuantitas dan nilai untuk menyesuaikan nilai aset per itemnya. mohon memperhatikan dokumen terkait seperti pembelian aset tersebut.

  109. nurina
    28/06/2013 pukul 17:23 | #281

    oke

  110. nurina
    28/06/2013 pukul 11:13 | #282

    Assalamu’alaikum, sy mau tanya, di satker kami tahun 2012 ada KDP pembangunan gedung dan sudah selesai di awal tahun 2013, dan sudah diinput pada SIMAK menjadi gedung.
    Kemudian pada tahun 2013 ini ada kelanjutan membangun pagar dan pembatas gedung tersebut.
    Pada semester ini baru ada perjadin konsultasi pembangunan gedung pada bulan juni dengan mata anggaran 53. sebaiknya transaksi tersebut , sy masukkan dalam transaksi apa ya di simak?
    Terima kasih

    • 28/06/2013 pukul 14:36 | #283

      Direkam menggunakan transaksi KDP (Konstruksi Dalam Pengerjaan), baca tulisan ini

      • nurina
        28/06/2013 pukul 15:29 | #284

        berarti di perolehan KDP -> Gedung dan Bangunan dalam pengerjaan ?
        jadi di neraca BMN semester 1 nanti ada gedung dan KDP meski yang dimaksud gedung yg sama. seperti itu ya mas? makasih

      • nurina
        28/06/2013 pukul 16:08 | #285

        kalo di laporan KDP masih ada nilanya itu bagaimana mengatasi ya? padahal di neraca KDP sudah 0, dan gedung sudah ada nilanya, trima kasih

      • 28/06/2013 pukul 17:08 | #286

        Untuk pembangunan pagar harap di input menjadi aset baru jika pagar tersebut merupakan pembangunan baru. untuk pengembangan bangunan tetap diinput sebagai KDP. Setelah selesai maka nilai KDP tersebut akan menjadi penambah/kapitalisasi terhadap bangunan yang dikembangkan.
        Coba perhatikan kembali laporan KDP-nya, apakah nilainya tercantum pada kolom “KDP yang telah menjadi aset tetap”

  111. Dera
    27/06/2013 pukul 12:31 | #287

    Ass, pak saya pengelola Simak BMN dan Persediaan dari tahun 2012 sampai sekarang. saya mau menginput persediaan masuk mulai tanggal 06 Februari 2013 di aplikasi persediaan. tapi setelah saya menginput tanggal dokumennya, langsung muncul “tanggal dokumen harus kurang dari tahun anggaran”.
    Pertanyaan saya :
    1. Apakah ada aplikasi persediaan atau update terbaru untuk aplikasi persediaan tahun 2013 ini?
    2. Bagaimana cara menginput persediaan masuk pertanggal dokumen 06-02-2013 di aplikasi persediaan versi 24 september 2012?

    • 27/06/2013 pukul 19:12 | #288

      1. Aplikasi tersebut sudah up to update untuk saat ini,
      2. Menu “Transaksi”>>”Persediaan Masuk”>>”Pembelian”/”Transfer Masuk”/”Hibah Masuk” merupakan menu untuk merekam persediaan yang perolehannya pada tahun anggaran berjalan (misal perolehan tanggal 01 Januari s.d. 31 Desember 201X)…
      Menu “Transaksi”>>”Persediaan Masuk”>>”Saldo Awal” digunakan untuk merekam persediaan yang perolehannya sebelum tanggal 01 Januari 201X, maka dapat dipastikan Aplikasi Persediaan akan menolak transaksi “Saldo Awal” jika tanggal perolehannya dibuat pada tahun berjalan.
      Perekaman persediaan yang diperoleh tahun lalu dapat menggunakan menu “Saldo Awal” namun perlu diperhatikan tanggal buku dan tanggal dokumen perolehannya. Tanggal buku adalah tanggal sekarang (misal 28 Juni 2013), sedangkan tanggal dokumen silahkan memasukkan tanggal dokumen sesuai dokumen perolehannya (misal 18 Desember 2012)

      Semoga membantu walaupun penjelasannya terkesan berulang-ulang.

  112. ayunheezz
    21/06/2013 pukul 15:44 | #289

    selamat sore. menyimak pertanyaan user buayaberiman dan kemudian dibalas oleh admin, saya ingin menanyakan apa yang dimaksud dengan pemeliharaan murni? kemudian dokumen pendukung apa saja yang harus disiapkan jika ingin melakukan >>Perubahan BMN >> Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas? Terima Kasih sebelumnya :)

    • 21/06/2013 pukul 16:09 | #290

      Maaf krn istilah yg disebutkan tidak familiar karena agak kesulitan mencari kata yang lebih simple :-)
      Maksudnya belanja tersebut tidak meng-upgrade/ menambah luas/ meningkatkan masa manfaat.
      Contohnya belanja untuk pengecatan, mengganti pintu kamar mandi yg rusak, dsb…

      Dokumen yang diperlukan berupa surat pernyataan dari pimpinan yg menjelaskan ttg perubahan dimaksud dilampirkan dokumen pendukung.
      Contoh dokumen pendukung antara lain sertifikat tanah jika mau melakukan koreksi kuantitas tanah.

  113. yakub
    19/06/2013 pukul 10:14 | #291

    Selamat pagi pak, mohon bantuan dan pencerahannya. Mengenai nilai KIB yang tidak sama pada menu Buku/ Daftar > KIB dengan KIB (sama juga pada menu Transaksi BMN > KIB) tetapi berbeda pada dengan yg ada pada menu Transaksi BMN > Daftar BMN Tahun lalu > Item barang (sama juga dgn menu Laporan > Laporan Kondisi Barang) Ini tidak sama karena ada pengembangan asset. Jadi yang mau saya tanyakan apa boleh langsung diubah nilai KIB itu sesuai dengan nilai pada Laporan Kondisi Barang tersebut. Trims

    • 19/06/2013 pukul 21:48 | #292

      Silahkan sesuaikan nilai wajar pada KIB jika memang terjadi perubahan nilai…

      • yakub
        20/06/2013 pukul 09:03 | #293

        terima kasih :)

  114. 10/06/2013 pukul 09:14 | #294

    Selamat pagi.. mohon bantuan dan pencerahannya.saya operator baru dari satker lampung selatan. mau menanyakan tentang kartu identitas barang yang hilang dari aplikasi,karena sebelumnya kata operator yang lama data sudah dimasukkan,tpi di aplikasi tidak ada. apa langkah saya untuk memperbaikinya,,terimakasih..wassalam..

    • 10/06/2013 pukul 11:14 | #295

      Silahkan rekam KIB menggunakan menu “Transaksi BMN >> Kartu Identitas Barang”

  115. Juliadi
    03/06/2013 pukul 22:02 | #296

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Pak mau tanya, bagaimana mengembalikan saldo awal yang hilang/kosong sementara saldo tahun lalu ada
    apa yg menjadi penyebab saldo awal hilang/kosong dan bagaimana memunculkan kembali saldo awal
    atas bantuannya terima kasih

    • 10/06/2013 pukul 01:08 | #297

      Boleh kami minta backupnya untuk diperiksa. Kl boleh harap dikirim ke email kami, alamat email kami kirim ke email mas Juliadi

  116. 30/05/2013 pukul 12:48 | #298

    mas eko…saya mau minta tolong. Begini mas eko..satker saya melakukan pekerjaan penggantian plafond kantor thn 2012, tetapi saya salah perekamannya yakni di Transaksi BMN, Pembelian dengan kode aset Gedung dan Bangunan dalam renovasi. Setelah saya cetak laporan neraca muncul sebagai aset tetap dalam renovasi. Menurut teman saya, pekerjaan itu termasuk menambah nilai aset tetap satker. Mohon pencerahannya mas eko..Apa yang harus saya lakukan, dan terkait dengan perubahan itu bagaimana input yang benar serta dokumen apa saja yang harus saya buat…terimakasih sebelumnya mas eko

    • 09/06/2013 pukul 11:31 | #299

      Pertama, perkenalkan nama saya Bukan Mas Eko ;) (dulu memang ada yg panggil mas Lahat)
      Secara umum suatu belanja dikatakan menambah nilai suatu aset jika memenuhi syarat antara lain Nilainya memenuhi syarat kapitalisasi dan Bukan merupakan pemeliharaan murni.
      Apabila belanja tersebut (gedung dan bangunan) lebih besar dari Rp9.999.999,- dan bukan merupakan pemeliharaan murni maka belanja tersebut akan menambah nilai aset yg dikembangkan.

      Input aplikasi, apabila SP2D seluruh belanja tersebut dikeluarkan dalam periode laporan yg sama maka dapat di-input pada menu pengembangan langsung, jika tidak, maka harus menggunakan KDP (Konsruksi Dalam Pengerjaan)

      Untuk transaksi yg terlanjur direkam dapat dihapus menggunakan menu Koreksi Pencatatan berdasarkan Surat Keterangan dari pimpinan yang menjelaskan kronologis terjadinya kekeliruan…
      Tapi jika laporan belum dikirim kemana-mana, batalkan saja transaksi yg sudah terlanjur direkam.

  117. 06/05/2013 pukul 07:50 | #300

    asslm..pak mau tanya.dikantor saya ada pengadaan GENSET dan RUMAH GENSET (dalam satu kontrak dan didalam kontrak mempunyai harga masing2).dan pembayaran menggunakan mak 5321.nah untuk RUMAH GENSET saya masukkan di kode beraapa pak di BMN nya???..Mohon bantuannya.terima kasih

    • 07/05/2013 pukul 13:25 | #301

      Wa’alaikumsalam….
      Setelah dicari-cari ternyata tidak terdapat kode untuk bangunan genset, silahkan memilih kode yg sesuai dengan bangunan genset yang ada di kantor saudara.
      Sebagai contoh, terdapat bangunan genset yang mirip dengan bangunan gudang sehingga kita dapat menggunakan kode 4010102999 (Bangunan Gudang Lainnya).

      • 08/05/2013 pukul 10:34 | #302

        iya pak..cuma pengadaan GENSET dan RUMAH GENSET nya dalam satu kontrak dan pembayarannya menggunakan MAK 5321 (belanja modal peralatan dan mesin).kalau RUMAH GENSET dimasukan ke kode 4010102999 (Bangunan Gudang Lainnya) tpi pembayarannya menggunakan MAK 5321 bukan 5331(BELANJA MODAL GEDUNG DAN BANGUNAN) apakah bisa pak??.

      • 09/05/2013 pukul 15:37 | #303

        Idealnya memang seperti yang Mas Wawan sampaikan, namun sebagai penyusun laporan BMN maka kita harus mencatat sesuai riil yang sebenarnya.
        Mengenai MAK dimaksud harap diungkapkan dalam CALBMN (Catatan atas Laporan BMN) dan CALK (Catatan atas Laporan Keuangan).

  118. dewi
    04/05/2013 pukul 20:58 | #304

    Bagaimana jika ada persediaan tahun lalu yang belum diinput kemudian diinput pada tahun berjalan, di neraca simak persediaan sudah berubah namun ketika diterima di sakpa nilai persediaan tidak berubah. APakah saldo awal simak perlu diubah dan dikirim kembali? bukankah pengiriman saldo awal hannya satu kali diawal tahun. Terima kasih.

    • 07/05/2013 pukul 07:53 | #305

      Aset Lancar berupa Persediaan dibukukan pada akhir semester sehingga perubahan atas data persediaan hanya mengalami perubahan pada Neraca per 30 Juni dan 31 Desember XXXX. Silahkan Cetak Neraca per Semesteran….!

  119. RDM
    01/05/2013 pukul 15:33 | #306

    selamat sore…. ada yang ingin saya tanyakan berhubungan dengan aplikasi persediaan…. berhubung saya masih baru.. masih agak bingung…….. pada kwitansi /bukti pembayaran tanggal yang akan di masukkan kedalam aplikasi persediaan tersebut tanggal yang mana…. karena di kwitansi tersebut ada 2 tanggal yaitu tanggal kwitansi dan tanggal pelunasan barang yang dibayar……. contoh… kwitansi tersebut tanggal nya pada bulan maret dan tanggal pelunasan bulan april…. gmana cara memasukkan tanggal dokument dan tanggal buku pada menu pembelian di aplikasi persediaan………..!!!! trims… mohon di bantu….

    • 07/05/2013 pukul 08:18 | #307

      Mengutip PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemeritahan, PSAP 05 Paragraph 14 “Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal” dan Paragrap 15 “Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/ atau kepenguasaannya berpindah”

      Memperhatikan PSAP diatas untuk sementara dapat kita simpulkan bahwa dokumen yang tepat untuk digunakan dalam pencatatan persediaan adalah Berita Acara Serah Terima Barang (BAST).

  120. yakubs21sc@gmail.com
    01/05/2013 pukul 13:26 | #308

    Mohon bantuannya, bagaimana menginput nilai barang-barang dari suatu kontrak dengan nilai total Rp.104.654.000 yang dalam SP2Dnya sebesar Rp. 93.712.900 + pajak(potongan) Rp. 10.941.100. Pertanyaannya, yg diinput dalam simak bmn nilai spm 104.654.000 atau 93.712.900? Jika yg dipakai adalah nilai 104.654.000, jumlah total harga item barang-barangnya adalah 93.712.900 karena belum ditambah pajak. Demikian, terima kasih.

    • 01/05/2013 pukul 14:39 | #309

      Nilai Aset yang dicatat pada Simak-BMN sebesar Aset+Pajak yaitu sebesar Rp104.654.000.
      Silahkan konsultasikan kepada bagian keuangan untuk harga masing-masing Asetnya.

  121. komang
    21/04/2013 pukul 23:22 | #310

    mohon pencerahannya,,sy dr satker diBali,, satker kami TA.2013 ini ada IP untuk BMN bernilai Rp. 1,-. Setahu kami utk menginput data tsb dr menu Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset,tp pihak KPKNL disini menghimbau dr menu koreksi pencatatan dan input kembali sbagai saldo awal,,apakah itu bs?? sedangkan IP thn 2009 kami dr menu Perubahan Nilai Koreksi TPA.
    Dan bagaimana cara mmperbaiki selisih nilai Rp. 100,- akibat pembulatan nilai kontrak di TA. 2012?? (contoh: bel modal 20 aset, diSP2D senilai Rp. 10juta, tp rincian aset senilai Rp. 10.000.100,- yg mnyebabkan selisih disimak)

    • 22/04/2013 pukul 16:44 | #311

      Mungkin saya hanya menjawab pertanyaan yang terakhir saja,
      Jika 20 itemnya sama : 20 Unit X Rp500.000,00 = Rp10.000.000,00

      Kami belum menemukan selisih namun Selisih nilai tersebut bisa terjadi jika itemnya lebih dari satu, Silahkan kirimkan rincian pembelian asetnya ke e-mail kami (alamat email dikirim ke e-mail saudara)

  122. jamal
    11/04/2013 pukul 09:42 | #312

    Mohon bantuan dan bimbingannya, kami disini memiliki satu gedung bangunan kantor permanen,yang kami miliki sejak tahun 2006,dan diaplikasi juga tercatat 1 gedung, namun kenyataanya dilokasi kami terdapat beberapa bangunan kecil seperti pos jaga keamanan,lapangan tennis, ruang genset,yang kata pemegang aplikasi sebelumnya pengadaannya satu paket, namun setelah diperiksa oleh BPK, mereka menyarankan untuk dipisah, na cara ini yang kami belum mengetahuinya, maka dari itu kami mohon bantuan dan bimbingannya.
    terimakasih.

    • indraprasta34
      12/04/2013 pukul 14:26 | #313

      Setiap pembangunan baik itu gedung kantor maupun rumah dinas. dilengkapi dengan adanya Rincian Anggaran Biaya (RAB) dimana dalam RAB itu menyebutkan rincian jumlah uang yang dikeluarkan dalam suatu proses pembangunan. Apabila pengerjaan bangunan satu paket meliputi beberapa bangunan, silahkan dilihat jumlah uang yang dikeluarkan untuk masing-masing bangunan kecil di dalam RAB pembangunan satu paket tersebut. Jumlah nilai dari bangunan-bangunan kecil tentunya harus sama dengan nilai dari RAB keseluruhan

      • jamal
        22/04/2013 pukul 12:09 | #314

        Ia mas kami sudah menemukan surat perjanjian pemborongan,dan disitu sudah ada nilai dari bangunan-bangunan kecil diluar bangunan utama,yang kami ingin ketahui adalah bagaimana cara memisahkannya diaplikasi BMN,apakah bangunan yang kecil itu di masukkan di saldo awal dulu atau bagaimana? mohon bimbingannya

      • jamal
        22/04/2013 pukul 13:07 | #315

        maaf mas untuk lebih jelasnya kami lampirkan bangunan gedung disertai nilainya masing-masing;
        - Gedung bangunan pos jaga permanen A =Rp.54.194.210,50
        - Gedung bangunan pos jaga permanen B (1,5×1,5m)= Rp.3.506.750
        - Gedung bangunan pos jaga permanen C (1,5×1,5m)= Rp.3.506.750
        - Bangunan gedung lapangan tennis = Rp.89.624.780
        - Bangunan gedung Ruang genset = Rp.132.220.211.57
        - Atap parkiran terbuka bagian samping gedung perkantoran

        Pada ruang Rapat ada beberapa aset yg belum dipisahkan ke kode asetnya masing-masing seperti :
        – AC daikin 5 pk 1 unit= Rp.31.665.000

        Sound system :
        – Ceiling speaker=Rp.3.250.000x 4 bh=Rp.13.000.000
        – microphon cable SHURE SM 58=Rp.2.000.000x 2 bh = Rp.4.000.000
        – stand mic=Rp.1.500.000x 4 bh=Rp.6.000.000
        – layar lcd/motorised screen 178x178cm=Rp.8.500.000 x 2 bh=Rp.17.000.000
        – Amplifier ,1bh= Rp.5.000.000
        – Mixer Mackie ProFX8,1bh=Rp.5.750.000

        mohon bimbingannya

    • 22/04/2013 pukul 16:31 | #316

      Makasih mas Indra atas bantuannya, komen ini hanya memberikan contoh kasus atas komen mas Indra.
      Langsung saja contoh kasus:
      Pada tahun 2010, sebuah bangunan dicatat sebesar Rp1.000.000.000,00, Setelah ditelusuri ternyata nilai tersebut terdiri dari :
      - 2 (dua) unit bangunan dengan nilai masing Rp450.000.000,00 dan Rp300.000.000,00
      - 1 (satu) unit kendaraan bermotor dengan nilai Rp.250.000.000,00
      Solusi jika perbaikan dilakukan setelah tahun 2010:
      - Lakukan pengurangan nilai bangunan tersebut hingga menjadi Rp450.000.000,00 dengan
      menu “Transaksi BMN >> Perubahan BMN >> Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas”
      - Rekam 1 (satu) unit bangunan Rp300.000.000,00 dan 1 (satu) unit kendaraan bermotor
      Rp250.000.000,00 pada menu “Transaksi BMN >> Saldo Awal BMN”
      Jangan lupa setiap perubahan data BMN harus didasarkan pada dokumen pendukung
      Semoga berhasil…

  123. nico
    06/04/2013 pukul 18:47 | #317

    ass wr.wb
    mohon bimbinganya pak , saya bekerja di dinas pemuda dan olahraga dan di perintahkan untuk mempelajari aplikasi simak dari awal sampai pelaporanya ke kpkn/kppn..
    tetapi saya sama sekali tidak tahu tentang proses awal dr pertama sampai akhir ,,karna saya baru 1 tahunan kerja di pemerintahan,,
    yang saya ingin tanya kan apa yag saya harus lakukan pertama sekali dgn barang2 yang di beli dengan dana apbn,?
    apa hubungan psedia ke simak bmn lalu sakpa?
    apa saja data yang harus saya input?
    saya sedikt mengerti cara menggunakan aplikasinya tetapi saya tidak mengerti ttg cara kerja dr pertama sampai selesai..
    dari petunjuk yang saya baca semuanya mengajari tentang pengunaan opsi2 aplikasi ,,
    mohon petunjuk dan bimbingan a agar saya bisa menyelesaikan dan menguasai tugas yang di perintahkan kepada saya dengan baik dan tuntas..
    sebelum a saya ucapankan terima kasih banyak..
    apabila bapak mempunyai file lengkap tentang cara garis besar tentang tugas saya..mohon bantuannya untuk di kirim kan k imail saya nico.foil@yahoo.com.
    terima kasih.

    • indraprasta34
      12/04/2013 pukul 14:16 | #318

      Aplikasi Persediaan merupakan alat bantu untuk melakukan pencatatan dan pelaporan Barang Milik Negara berupa Aset Lancar dalam hal ini persediaan.
      Aplikasi Simak_BMN merupakan alat bantu untuk melakukan pencatatan dan pelaporan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap meliputi Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan Irigasi Jaringan, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi dalam Pengerjaan, dan Aset Lain-lain.
      Aplikasi SAKPA merupakan merupakan alat bantu untuk melakukan pencatatan transaksi Non Aset seperti DIPA, SPM/SP2D, Penerimaan, dan Lain-lain.
      Kaitan Aplikasi Persediaan, Aplikasi SIMAK_BMN dan Aplikasi SAKPA
      Secara umum, dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat, SAI (Sistem Akuntansi Instansi) meliputi SAKPA dan SIMAK BMN
      Neraca SAKPA = Neraca SIMAK BMN + Neraca di Persediaan
      Terhadap pembelian aset dari dana APBN, wajib hukumnya dilakukan pencatatan dan penatausahaan dalam SIMAK BMN…Pencatatan dilakukan melalui menu transaksi BMN yang terdapat dalam menu SIMAK BMN. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penginputan ke dalam SIMAK BMN antara lain SPM dan SP2D yang terkait dengan aset yang dibeli.

  124. nn
    06/04/2013 pukul 18:31 | #319

    kk

  125. hendrikshila@yahoo.co.id
    04/04/2013 pukul 07:27 | #321

    mau tanya pak… gimana caranya menghapus kode barang yang ada pada aplikasi persediaan… saya coba dimenu refrensi – kode barang saya coba hapus tapi muncul “maaf kode barang ini sudah ada ditransaksi kalau mau hapus kode ini hapus dulu transaksinya” mohon petunjuk dari eang guru.. thanks

    • 11/04/2013 pukul 09:30 | #322

      Kode Barang yang pernah direkam pada Aplikasi Persediaan tidak dapat dihapus jika sudah pernah ada transaksi walaupun nilainya telah NIHIL, silahkan direkam kode barang baru apabila terdapat penambahan Kode Barang.

  126. 21/03/2013 pukul 15:48 | #323

    selamat siang , mohon pencerahan ada beberapa gedung di kantor saya berada di atas tanah institusi yang dikementerian lain, bagaimana solusinya terhadap gedung2 tersebut karena kantor saya pindah di tanah sendiri, apakah cukup transfer gedung tanpa persetujuan kementerian?

    • 22/03/2013 pukul 18:20 | #324

      Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Barang tidak dapat menyerahkan langsung BMN ke Satuan Kerja lain.
      Berdasarkan PMK Nomor 96/PMK.06/2007, kewenangan mengajukan usul Penetapan Status ke Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN, maupun Kantor Pusat DJKN) berada di Pengguna Barang (Menteri/Pimpinan Lembaga).

    • 03/04/2013 pukul 11:35 | #325

      Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 250/PMK.06/2011 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Tidak Digunakan Untuk Menyelenggarakan Tugas Dan Fungsi Kementerian/Lembaga.

      Berdasarkan PMK tersebut sebaiknya BMN Idle diserahkan kepada Pengelola Barang (Menteri Keuangan RI) agar dapat dimanfaatkan secara maksimal antara lain digunakan oleh kantor yang lebih membutuhkan.

  127. khairil
    19/03/2013 pukul 11:36 | #326

    Mohon bantuannya pak..saya dari satker pengadilan negeri Sanggau baru di beri tugas awal tahun ini untuk mengelola SIMAK BMN..pertanyaan saya apakah kode barang yang tidak semestinya dalam Laporan barang kuasa pengguna akan menjadi masalah dalam laporan semester 1 nanti?…contoh yang saya ketemukan ada 3 item kelompok barang yang menurut saya kurang cocok karena satker pengadilan terdapat kelompk alat pertanian, alat kedokteran dan alat laboratorium…detailnya sbb:
    1. Peralatan dan mesin…………..>alat pertanian (3.04)………>lemari penyimpan (realisasi barang lemari kayu)
    2. Peralatan dan mesin…………..>alat kedokteran (3.07)………>kursi zeis
    3. Peralatan dan mesin…………..>alat laboratorium (3.08)………>meja kerja, Serial scanner/printer dan UPS (realisasi barang meja kerja kayu,printer PC dan UPS PC)

    apakah kode barang tersebut bisa di ubah (reklasifikasi) ke alat kantor & rumah tangga (3.05) dan bagaimana langkah2 dan apa surat/ dokumen yang bisa mendasari reklasifikasi tersebut?..terima kasih

    • 20/03/2013 pukul 12:26 | #327

      Perubahan uraian barang pada Laporan Barang diperbolehkan apalagi untuk perbaikan ke kondisi sebenarnya, namun setiap perolehan, perubahan, dan penghapusan pada Simak BMN harus memiliki dokumen pendukung. Membaca kondisi yang saudara alami maka kami menyarankan agar dibuat sebuah Surat Keterangan dari Kuasa Pengguna Barang yang menyebutkan perubahan uraian barang-barang tersebut.

      Berdasarkan Surat Keterangan tersebut lakukan perbaikan pada Aplikasi Simak BMN dengan cara sebagai berikut:
      - Menghapuskan uraian barang yang lama –> “Transaksi BMN” > “Penghapusan BMN” > “Reklasifikasi Keluar”
      - Mengembalikan ke uraian barang seharusnya –> “Transaksi BMN” > “Perolehan BMN” > “Reklasifikasi Masuk”

      • arhieratna
        20/03/2013 pukul 14:08 | #328

        boleh minta contoh format surat keterangan yang di maksud???
        bs krm k arhie.ratna@gmail.com
        trm ksh

      • khairil
        20/03/2013 pukul 19:28 | #329

        terima kasih atas penjelasannya…untuk Surat Keterangan dari Kuasa Pengguna Barang tsb apakah ada format standarnya? jika ada mohon di kirim ke email khairil_skw@yahoo.co.id..thanks

      • 22/03/2013 pukul 18:09 | #330

        Tidak ada yang mengatur tentang standar Surat Keterangan dimaksud, silahkan disesuaikan dengan Tata Naskah Dinas yang berlaku dilingkungan Kementerian/Lembaga masing-masing.

  128. Arief
    27/02/2013 pukul 15:28 | #331

    terimakasih, sangat membantu.

  129. 30/01/2013 pukul 11:49 | #332

    mohon pencerahan, jika ada kekeliruan pencatatan pada kuantitas barang contohnya ada 2 p.c unit @ Rp 1000. 000, sehingga total 2000.000 yang dicatat 1 unit @ 1000.000 sehingga total 1000.000, dan diketahui setelah tahun berjalan, mohon pencerahannya

    • 30/01/2013 pukul 11:50 | #333

      pencatatan ini pada aplikasi SIMAK BMN 2010, mohon pencerahan untuk bisa mengganti kuantitas pada tahun berikutnya,

      • 01/02/2013 pukul 17:59 | #334

        Apabila perbaikan data dilakukan pada tahun yang berbeda (setelah tahun perolehan aset) maka pencatatan atas satu aset tersebut dilakukan pada menu “Transaksi BMN >> Saldo Awal”

  130. Mishardi Saputra
    16/01/2013 pukul 15:31 | #335

    Selamat Siang Pak, gimana solusinya jika ada nomor KIB yang sama
    Mohon solusinya

    • 16/01/2013 pukul 17:31 | #336

      Silahkan kirim Backup SIMAKBMN ke Admin (alamat dikirim ke email saudara), kemudian sebutkan nomor KIB yang sama.

  131. yakub
    16/01/2013 pukul 10:01 | #337

    Sepertinya blog ini sudah cukup membantu khususnya untuk operator simak bmn terutama dengan adanya menu klinik-bmn ini.
    1. Mungkin bisa dibuat tulisan tersendiri dari masalah-masalah yang pernah ditanyakan pada bagian klinik bmn ini sehingga teman-teman akan mudah menemukan/ mencari jawaban dari blog ini jika dibuat judul tersendiri.
    2. Perlu tulisan mengenai konsep penatausahaan bmn dari awal hingga akhir, sehingga dengan memahami konsep penatausahaan bmn para petugas bmn bisa mengerti apa yang dikerjakannya dan bukan sekedar ‘memainkan’ aplikasi.
    3. Mungkin tulisan mengenai menu-menu pada aplikasi simak bmn yang mungkin masih awam didengar.
    4. Tambahan menu update aplikasi.

    Sekian.. :)

  132. 15/01/2013 pukul 22:13 | #338

    Mohon Masukan dan Saran tentang Blog ini, termasuk usul mengenai tulisan yang perlu ditambah.

  133. yakub
    14/01/2013 pukul 15:08 | #339

    Selamat siang pak, mohon bantuan kembali.
    Menindaklanjuti pertanyaan saya tanggal 9 Januari 2013 kemaren, ternyata masalahnya saya belom masukkan penerimaan data saldo awal dari persediaan smt I. Setelah saya masukkan data di aplikasi persediaan dengan di simak menjadi sama pak. Akan tetapi hal ini ternyata membuat perbedaan rincian barang konsumsi dan bahan utk pemeliharaan di neraca simak menjadi berbeda dari neraca simak smt I sebelumnya yg sudah dilaporkan (tapi nilai total tetap sama/ tidak berubah). Pertanyaan saya apakan ini diperbolehkan pak.? Trims.

    • indraprasta34
      15/01/2013 pukul 09:38 | #340

      Penjelasan lengkapnya sudah dikirim ke email Saudara

  134. leily
    12/01/2013 pukul 19:58 | #341

    terimakasih atas balasannya…ketika saya input data ke perolehan KDP apakah harus per item??atau cukup satu saja??trims

    • indraprasta34
      13/01/2013 pukul 16:34 | #342

      Terima kasih atas balasannya… Untuk informasi mengenai KDP, silahkan klik disini

  135. leily
    12/01/2013 pukul 15:01 | #343

    selamat siang…saya mau bertanya…saya bru menjadi petugas BMN…mendadak…dan tiba2 saya diminta rekon ke kpknl…dan saya bahkan belum mengetahui cara entry data BMNnya…jadi tahun 2012 satker kami membeli peralatan dan mesin jumlah total ada 23 unit dengan tahap pembayaran 2 kali…uang muka dan 100%…bagaimana saya menginputnya??apakah harus via KDP atau pembelian BMN???mohon bantuannya..terimakasih sebelumnya

    • 12/01/2013 pukul 19:00 | #344

      Terima kasih atas pertanyaannya
      Jika pembayaran terhadap pembelian aset tersebut dilakukan pada bulan yang sama, bisa langsung menggunakan transaksi pembelian dimana pada saat penginputan nomor SP2D dan SPM dimasukkan kedua SPM dan SP2D tersebut.
      Apabila pembayaran terjadi pada bulan yang berbeda, silahkan transaksi tersebut dicatat via KDP. Untuk SP2D yang pertama kali keluar, dicatat sebagai PEROLEHAN KDP, dan SP2D yang berikutnya dicatat dalam transaksi PENGEMBANGAN KDP. Jangan lupa setelah mencatat SP2D yang terakhir, dilakukan PENYELESAIAN PEMBANGUNAN terhadap ke 23 aset tersebut (Nilainya disesuaikan dengan nilai aset dalam kontrak)

  136. yakub
    09/01/2013 pukul 12:32 | #345

    Selamat siang pak, mau bertanya kembali masalah data Lap Barang Kuasa Pengguna – Persediaan di Simak terdapt bbrp perbedaan
    dengan yg di apliksi persediaan untuk uraian/ rincian harga bbrp item, akan tetapi total akhirnyanya tetap sama. Apa ini menjadi mslah pak. Trims.

    • 10/01/2013 pukul 08:28 | #346

      Laporan Persediaan pada Aplikasi Simak-BMN berasal dari pengiriman Data Aplikasi Persediaan, jadi seharusnya data tersebut sama. Jika berbeda maka harus dicari kekeliruan yang terjadi dan segera diperbaiki..
      Dulu ada wejangan dari pengajar akuntansi “Kalau tidak balance sudah pasti salah, tetapi kalau balance belum tentu benar”.

      • yakub
        10/01/2013 pukul 11:54 | #347

        Bingung pak, ud dicoba di cari penyebab blom ketemu juga. Yang anehnya nilai saldo akhir sama. Yang berbeda nilai item barang saja.

    • 10/01/2013 pukul 16:45 | #348

      Coba periksa perbedaannya dimulai dari Semester berapa, misal ditemukan perbedaan terjadi pada semester I Tahun 2011 maka silahkan kirim ulang dari Aplikasi Persediaan ke Simak-BMN data Semester I dan II Tahun 2011, kemudian semester I dan II Tahun 2012.
      Jangan lupa memastikan nilainya tetap sama.

      • yakub
        11/01/2013 pukul 07:48 | #349

        Sudah bisa pak, akhirnya bisa nemukan selisihnya. Trimakasih bantuannya.

  137. 22/12/2012 pukul 23:04 | #350

    Alhamdulillah,..Akrirnya bisa pak terimakasih bantuannya,..^^

  138. 21/12/2012 pukul 00:23 | #352

    sudah saya kirimkan file Backupnya,.Mohon Bantuannnya,..

    • 21/12/2012 pukul 10:54 | #353

      Perbaikan data sudah saya kirimkan.. baca petunjuk di-email ya..

  139. 20/12/2012 pukul 15:46 | #354

    selamat sore pak admin,..saya kmaren mencoba me update aplikasi simak Bmn versi Oktober 2012,.tapi malah error,.padahal sudah saya ikuti petunjuk yang ada,. trus saya instal ulang lagi aplikasi simak bmn dgn versi update pada april 2012 dengan lancar tapi file backupnya tidak dapat direstore dan pemberitahuan pada saat file backup ditolak dengan kalimat” file backup kosong tidak sesuai dengan setup”mohon bantuannya pak,..soalnya sudah tutup tahun,..

    • 20/12/2012 pukul 21:56 | #355

      Memang ada beberapa teman yg mengatakan update aplikasi ada kekurangannya tp saya pribadi belum mencoba.
      Boleh minta backup simak-nya, maksudnya coba bantu memperbaiki simak viola trus sekalian jadi bahan telaahan agar bisa dijadikan pengalaman jika ada satker lain yg mengalami hal yg sama.
      Alamat email dikirim ke email viola: r*******@yahoo.co.id

  140. yakub
    19/12/2012 pukul 12:25 | #356

    Saya dari Rumah Detensi Imigrasi Pontianak Pak/ Ibu :)
    Masih agak bingung sebenarnya pak, maklum masih baru…
    Sebenarnya masalahnya seperti ini :
    Ada dua KIB yg mana kode/ klasifikasi dan nilainya salah (nilainya saya liat dari kontrak) yaitu :
    - “Pos Jaga” seharusnya “Rumah Dinas” dan nilainya yang terekam Rp. A seharusnya Rp. B.
    - “Gedung Kantor Permanen” seharusnya “Bagunan Tahanan Lainnya” dan nilainya yang terekam Rp. A seharusnya Rp. B
    Jadi kalo pake reklasifikasi keluar/ masuk nilainya inikan tidak sama, jadi bagaimana solusinya ya Pak/Bu?

    Mohon bantuannya. Maaf banyak pertanyaan.
    Terima kasih :)

    • 19/12/2012 pukul 13:23 | #357

      Salam Pontianak…..
      Begini aja, buat Surat Keterangan dari Kuasa Pengguna Barang Rumah Detensi Imigrasi Pontianak yang isinya menjelaskan hal tersebut beserta dokumen pendukungnya seperti kontrak.
      Atas dasar Surat Keterangan tersebut, lakukan perubahan pada Aplikasi Simak sebagai berikut:
      - Reklasifikasi Keluar “Pos Jaga”
      - Reklasifikasi Masuk “Rumah Dinas” dengan nilai sebesar nilai “Pos Jaga”
      - Reklasifikasi Keluar “Gedung Kantor Permanen”
      - Reklasifikasi Masuk “Bagunan Tahanan Lainnya” dengan nilai sebesar nilai “Gedung Kantor Permanen”

      - Lakukan perubahan nilai aset menggunakan menu “Transaksi BMN > Perubahan BMN > Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas”

      Semoga membantu ….

      • yakub
        19/12/2012 pukul 14:01 | #358

        Terima kasih banyak buat pencerahannya, sangat terbantukan.
        Salam.. :)

  141. yakub
    18/12/2012 pukul 15:54 | #359

    Terima kasih banyak buat jawabannya sehingga bisa memberi pencerahan buat saya.
    Masih ada bbrp pertanyaan lagi
    1. Bagaimana dengan KIB yang “Harga Rupiah”nya (Harga Perolehan) yg keliru? Apakah diperbolehkan langsung mengubahnya di menu “Transaksi BMN > KIB> Gedung dan Bangunan”? Atau di Transaksi BMN>Perubhan BMN>Koreksi Perubahan Nilai>Kuantitas? cat: TA uda lewat.
    2. Maksud dari Reklasifikasi Masuk dan Keluar apa yah? Apakah menginputkan data yang sebenarnya pada reklasifikasi masuk; dan menginput data yang salah sebelumnya untuk reklasifikasi keluar?

    Mohon bantuannya. Terima kasih. :)

    • 19/12/2012 pukul 08:35 | #360

      Terima kasih kembali…. (BTW, Satker dari mana nih?)
      1. Coba cetak History BMN (“Buku/Daftar > History BMN”). Jika Harga Perolehan BMN di “Daftar” tersebut sama dengan sebenarnya maka perbaiki Harga Perolehan di KIB menggunakan menu “Transaksi BMN > KIB > Gedung dan Bangunan”. Sebaliknya jika tidak sama maka dapat menggunakan menu “Transaksi BMN > Perubahan BMN > Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas” (dengan catatan aset tersebut belum dilakukan perubahan, contohnya Koreksi oleh Tim Penilai KPKNL/DJKN)
      2. Bener tuh pemahaman yakub mengenai Reklasifikasi Keluar/Masuk, sebagai tambahan nilainya tidak berubah… :)

  142. yakub
    17/12/2012 pukul 16:17 | #361

    Salam..
    Mohon pentunjuk, bagaimana memperbaiki data di simak yg salah perekaman tahun sebelumnya.
    1. Ada nama KIB yang salah. Di simak tertulis gedung pos jaga permanen tetapi seharusnya itu Rumah Dinas?
    2. Luas gedung yang salah. Disimak tertulis nilainya ‘A’ seharusnya nilainya ‘B’?
    3. Ada data BMN yang belum dimasukan tapi tahunnya sudah berlalu. Datanya kurang lengkap cuma pernah tercatat dibuku barang saja.

    Sekian, mohon bantuannya. Trims.

    • 17/12/2012 pukul 17:15 | #362

      Langsung aja ya, yakub….
      Jika hanya keterangan KIB yang keliru silahkan diperbaiki di menu “Transaksi BMN”, “Kartu Identitas Barang”, “KIB Gedung dan Bangunan”. Namun jika kode barang yg keliru silahkan melakukan Reklasifikasi masuk dan Reklasifikasi keluar namun untuk rumah dinas, kewenangan dalm penentuan golongan dan tipe berada di Pekerjaan Umum.

      Pertanyaan nomor 2, silahkan menggunakan menu “Transaksi BMN”, “Perubahan BMN”, “Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas”

      Untuk pertanyaan yg terakhir, gunakan menu “Transaksi BMN”, “Saldo Awal BMN”.
      Menu ini digunakan untuk melakukan input data BMN yg perolehan sahnya terjadi sebelum tahun anggaran berjalan.

      Jangan lupa yang satu ini, setiap perubahan data di SimakBMN harus didukung oleh dokumen….

      Makasih…..

  143. 16/10/2012 pukul 15:46 | #363

    Ass.maaf sebelumnya saya masih baru dan kurang memahami sepenuhnya dalam penggunaan Aplikasi Simak dan Persediaan,begini Mas,.yang pertama saya ingin menginput data barang yang diterima pada semester I 2012 untuk diinput pada periode semestert II 2012 ini,.saya sudah berusaha mencoba dengan cara menginput data barang melalui persediaan awal di aplikasi persediaan,setelah mengisi tanggal pembukuan pada periode smt I ,aplikasi selalu menampilkan “Tanggal dokumen harus kurang dari tahun Anggaran” yang kedua bagai mana cara mengeluarkan/Output barang pada semester I di semester II mohon solusinya mas/pak/bu?? apakah ada cara lain mohon bantuannya karna ini demi kepentingan Instansi kami,..Terima kasih sebelumya,…”

    • 19/10/2012 pukul 20:54 | #364

      Terima kasih Viola, mohon maaf terlambat jawabnya.
      Langsung aja ya LA..
      Transaksi “Saldo Awal” hanya untuk aset yang diperoleh pada Tahun Anggaran Sebelumnya (Misal: Sekarang TA.2012, maka aset yang di-input adalah aset dengan perolehan TA.2011,2010,2009…dst). Terhadap aset dimaksud, jika diperoleh dengan cara membeli maka Ola dapat menginputnya dengan “Transaksi” –> “Persediaan Masuk” –> “Pembelian” trus pada saat mengisi form data maka Tanggal Perolehan disesuaikan dengan BAST (Semester I) sedangkan Tanggal Buku pada saat OLA melakukan input data (Semester II).
      Untuk pertanyaan kedua, jika aset (persediaan) dipakai sendiri oleh kantor, Ola bisa menggunakan “Transaksi” –> “Persediaan Keluar” –> “Habis Pakai”

  144. ari
    14/05/2012 pukul 06:19 | #365

    adakah yg punya contoh surat keterangan salah input BMN???

  145. ddwi anggraeni
    28/12/2011 pukul 17:32 | #366

    kalau nilai barangnya di extrakomtablenya memang bertambah sesuai dengan barang tersebut. 1 lg yg saya tanyakan kalau saya cek di daftar spm nilainya ada selisih sebesar 2 barang yg saya masukan, lalu saya coba mengunakan menu reklasifikasi masuk untuk penambahan barangnya itu boleh tidak? apakah harus melalui menu pembelian untuk memasukan barang yg sebelumnya belum masuk ke bmn tersebut.terima kasih blog ini sangat membantu saya.

    • 28/12/2011 pukul 18:06 | #367

      Reklasifikasi Keluar dan Masuk digunakan untuk melakukan koreksi atas kekeliruan penamaan aset namun tidak merubah Nilai aset tersebut, misal:
      - Reklasifikasi Keluar = 3020104001 –> Sepeda Motor
      - Reklasifikasi Masuk = 3020102003 –> Mini Bus (Penumpang 14 Orang Kebawah)

      Kita langsung ambil contoh kasus, terdapat SPM 532111 –> belanja 1 unit Laptop seharga Rp.10.000.000,- dan 1 unit printer seharga Rp.250.000,-

      Pengaruh pada Aplikasi Sakpa setelah SPM/SP2D di-input, sebagai berikut:
      - Muncul di Neraca Akun “Peralatan dan Mesin Sebelum disesuaikan” sebesar Rp.10.250.000,-

      Pengaruh pada Simak-BMN setelah di-input data aset tersebut, sebagai berikut:
      - Bertambah 1 unit Laptop di Laporan Intrakomptabel dengan harga Rp.10.000.000,-
      - Bertambah 1 unit Printer di Laporan Ekstrakomptabel dengan harga Rp.250.000,-

      Adapun hasil pengiriman Jurnal/ADK dari Aplikasi Simak-BMN ke Aplikasi Sakpa, sebagai berikut:

      Input SPM/SP2D pada Aplikasi Simak-BMN berfungsi untuk menghilangkan Akun pada Aplikasi Sakpa (“Peralatan dan Mesin Sebelum disesuaikan” sebesar Rp.10.250.000,-)

      Kemudian Akan dibuat Akun “Peralatan dan Mesin” sebesar Rp.10.000.000,- (Nilai Peralatan dan Mesin tidak bertambah sebesar Rp.10.250.000,- karena nilai Neraca tidak termasuk barang-barang ekstrakomptable)

      Semoga tulisan singkat ini sedikit membantu dalam memahami proses akuntansi pada Aplikasi Sakpa dan Simak-BMN..

      Satu lagi, jangan Lupa Rekonsiliasi Semester II 2011 ya Dwi…. Udah dapat Undangan pelaksanaan rekonsiliasi BMN?

  146. 27/12/2011 pukul 08:32 | #368

    Undangan, List Kelengkapan Berkas dan, Waktu dan Tempat pelaksanaan Rekonsiliasi telah di-unggah di Blog ini…….

  147. dwi anggraeni
    23/12/2011 pukul 18:07 | #369

    mau menanyakan, satker kita ada kesalahan pengiputan bmn g seharusnya da 3 buah barang berbeda jenisnya tetapi sama operator simak yg lama di masukan menjadi 1 jenis aset saja nilainya diglobalkan, bagaimana menyikapinya itu pengadaan bulan april 2011 sudah melewat rekon sem 1 bolejh tidak kalau pengadaan tersebut di perbaiki dengan masukan ulang dengan benar sesuai dengan barang yg dibeli. karena nilai total barang tersebut nantinya sama hsil akhirnya di neracanya. mohon penjelasanya

    • 26/12/2011 pukul 21:14 | #370

      Data Semester I 2011 telah dilakukan rekonsiliasi sehingga perubahan atas data dimaksud dilakukan di Semester II 2011, adapun tata cara perubahan data sebagai berikut:
      • Dokumen Sumber (dapat berupa Surat Keterangan dari Kepala Satker, menjelaskan hal tersebut)
      • Kurangi Harga aset dimaksud (Transaksi BMN –> Perubahan BMN –> Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas)
      • Tambahkan 2 aset yang belum di-input (Transaksi BMN –> Perolehan BMN –> Pembelian)

      Catatan pada saat meng-input 2 aset menggunakan transaksi pembelian:
      • Tanggal Perolehan aset sesuai dokumen pembelian (April 2011)
      • Tanggal Pembukuan aset sama dengan atau setelah tanggal Surat Keterangan dari Kepala Satker.
      • Dokumen SPM di-input dengan nilai Rp. 0,- (Nihil)
      Demikian kamis sampaikan, bila ada kesulitan dapat ditanyakan kembali atau menghubungi KPKNL Batam

      Salam BMN

      • dwi anggraeni
        27/12/2011 pukul 16:22 | #371

        saya sudah coba masukan, nilai 2 barang tersebut melelui menu pembelian tetapi ketika saya cek ke menu buku barang lalu menu daftar spm yg terkait bmn niali akbirnya ada selilih sebesar aset yg baru saya masukan td apakah itu nggak maslah. lalu 2 jika barang tersebut merupkan barang extrakomtable berupa pesawat telp yg harganya 1 unitnya 175 ribu. beda tidak tata cara koreksinya terima kasih

      • 27/12/2011 pukul 18:17 | #372

        Jika barang tersebut terdiri dari 3 unit Peralatan dan Mesin dimana 2 dari 3 aset dimaksud harga perolehannya dibawah nilai kapitalisasi (Rp.300.000,- untuk Peralatan dan Mesin), maka akan terjadi pengurangan nilai aset di Neraca Semester II 2011. Namun coba pastikan terdapat penambahan nilai aset pada Laporan Ekstrakomptrable sebesar pengurangan di Neraca Semester II 2011. Hal tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
        Gimana Dwi?

  148. 11/08/2011 pukul 14:55 | #373

    Mbak Yoenie06…. Aplikasi hanya sekedar alat bantu dalam menyusun laporan BMN agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. untuk kendala yang dihadapi, mbak Yoenie06 dapat melakukan input ulang data BMN pada Aplikasi mengacu pada laporan BMN yang telah ada. Kami siap membantu jika masih menemukan kendala dalam melakukan Instalasi Aplikasi, input data, dan lain-lain.
    Kami tunggu konfirmasi selanjutnya.

    Salam BMN

  149. 11/08/2011 pukul 12:45 | #374

    mohon bantuan nya, satker kami pd tahun 2009 dapat kewenangan TP, sy ingin melakukan pemutakhiran untuk semsester I 2010 tp komputer saya sudah kadung rusak jadi ganti hardisk, datanya hilang semua, gmn cara nya mau rekon. teimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s